Dimasa Pandemi, Narkoba Meningkat Tinggi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Maryatiningsih | Ibu Rumah Tangga

Indonesia termasuk negara yang dengan pemakai serta pengedar narkoba dengan jumlah kasus yang lumayan banyak. Kasus narkoba dari dulu hingga sekarang masih menjadi masalah serius, yang perlu penanganan khusus. Seolah-olah narkoba menjadi barang yang tidak perlu untuk ditakutkan. Padahal sudah jelas dampak yang terjadi akibat narkoba, merusak semua kalangan dari orang biasa , artis, pejabat, hingga ibu-ibu rumah tangga. Baik yang berduit maupun yang tidak, berbagai macam cara dilakukan demi barang haram tersebut na’udzubillahimindzalik.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, dimana banyak kesulitan yang dihadapi terutama masalah ekonomi, namun bagi mereka para pengguna narkoba tidak menjadi penghalang. Justru mungkin sebagai pengobat karena depresi dengan berbagai kesulitan yang terjadi saat ini. Bukannya semakin mendekatkan diri kepada sang Khaliq agar masalah segera membaik, malah mendekatkan diri dengan narkoba yang merusak generasi.

Dilansir dari PIKIRAN RAKYAT – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar, Brigjen Pol Sufyan Syarif, mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 permintaan narkoba di wilayah Jabar mengalami peningkatan yang signifikan. “Jadi dari hasil evaluasi ada peningkatan permintaan dari pengguna yang cukup signifikan. Peningkatannya hingga 200 persen”, kata Sufyan di Kantor BNNP Jabar di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Senin 17 Agustus 2020. Menurut Sufyan situasi pandemi ini justru menjadi sebab yang mendorong sebagian masyarakat menggunakan narkoba. Kondisi tersebut, dimanfaatkan oleh sindikat narkoba untuk meningkatkan peredaran. Kecenderungan itu, maka sudah diantisipasi oleh aparat penegak hukum, baik BNN maupun Polri. Penegak hukum karenanya terus meningkatkan sinergi dalam menindak jaringan sindikat. Bahkan BNN dan Polri mulai dari pusat hingga daerah bekerjasama melakukan penindakan atas situasi ini. Hasilnya banyak pengungkapan yang dilakukan aparat penegak hukum.

Walaupun BNN dan Polri meningkatkan sinergi dalam menindak sindikat jaringan ini. Tetapi tetap tidak akan menghasilkan efek jera yang maksimal. Selama sistem demokrasi masih tetap tegak di negeri ini maka usaha sekeras apapun tidak akan menjadi solusi yang pasti. Terbukti angka pengguna dan pengedar barang haram tersebut tetap ada bahkan meningkat. Maka hanya sistem Islam saja yang mampu mengatasi masalah ini dengan tepat sebab, tolak ukur dalam Islam adalah halal dan haram. Dengan begitu jelas apabila hukum Islam diterapkan maka masyarakat akan bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram.

Sistem Islam itu ada apabila khilafah ditegakkan, maka sudah saatnya umat memperjuangkan Islam supaya segera tegak di bumi ini, agar masyarakat teriayah dengan benar. Dan negeri ini jauh dari berbagai kerusakan pada moral dan adab yang buruk.

Wallohu’alam bishowab…

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.