Dicari Menantu yang Good Looking

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Meitya Rahma, S.Pd

Good looking itu kurang lebih diartikan sedap dipandang,bagus dipandang mata. Kalau pria ya tampan ganteng, kalau wanita ya cantik, manis. Begitulah kira kira jika diukur secara fisik.  Kalau kata pak Menag good looking itu orang berpenampilan menarik dan memiliki kemampuan agama yang baik penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz, bisa jadi imam. Siapa yang mau nolak coba kalo ada orang ” good looking” seperti ini. Pasti para orangtua langsung menerima si anak good looking ini menjadi menantunya.

Namun, good looking  versi Mentri Agama ini memberikan stigma yang negatif. Istilah “good looking”  ini  viral setelah  Mentri Agama  memberikan pernyataan   kontroversial   terkait  faham radikal yang masuk melalui orang berpenampilan menarik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang baik. Menurut Menag, cara paham radikal masuk melalui orang yang berpenampilan baik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang bagus.

Si anak ‘good looking’ kalau sudah mendapat simpati masyarakat bisa menyebarluaskan paham radikal (detik.com). Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz, mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-orang orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid. Kemudian mulai masuk temannya dan lain sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan,” ucapnya Fahrur Razi ( detik.com).

Pernyataan Menag tentang good looking yang diidentikkan dengan orang radikal Islam sungguh menimbulkan luka hati bagi kaum muslim terutama generasi muslim. Bagaimana mungkin seorang yang memiliki faham agama, penguasaan bahasa Arab bagus dikata kan sebagai seorang yang menyebarkan faham radikal. Disaat generasi muda terbius oleh budaya liberal, memuja kebebasan, hedonisme, berkiblat budaya barat, sosok generasi “good looking” versi Mentri agama ini malah menjadi ancaman bagi negeri ini. Pemahaman pak Mentri ini sudah salah kaprah. Seharusnya pak Mentri memberi apresiasi pada generasi good looking ini,bukan malah mempersekusi.

Sebagai orang tua jika ingin mencari menantu kira kira akan memilih sosok menantu yang seperti apa? Pastilah memilih good looking versi pak Mentri agama ini. Yang pemahaman agamanya baik,Hafizh Qur’an, aktif di masjid. Disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Harrairah RA, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam telah bersabda yang artinya:

“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.”

Dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 221, Allah SWT telah berfirman yang artinya

“… dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Dari petikan hadist dan Qur’an diatas memberikan penjelasan bagi kita bahwa memilih jodoh  ataupun memilih menantu agama lah yang menjadi kriteria utama. Setidaknya bekal agama ini akan membawa kepada rumah tangga yang selalu diliputi keridhoan pada Allah SWT sehingga sakinah pun terwujud.

Orangtua manapun mengharapkan anak keturunannya menjadi salih, maka untuk mewujudkan harapan tersebut pasti juga akan memilih pendamping hidup bagi putra dan putrinya sosok yang memilki kesalihan. Coba tanyakan pada hati yang paling dalam, pak Menag pilih mantu yang good looking versi beliau atau pilih mantu yang suka kebebasan,hedonis,membebek budaya barat. Pastilah pak Menag memilih good looking versi beliau sendiri. Jadi tak usahlah bapak mengkaitkan good looking ini dengan isu isu radikalisme Islam. Jika hal ini dikaitkan dengan isu radikalisme Islam,hal ini menandakan adanya pesanan pihak pihak yang tidak menginginkan bangkitnya Islam kembali. Juga ada kekhawatiran jika Islam mulai tumbuh pada generasi negri ini. Maka para orangtua, tetap carilah calon menantu yang memiliki “good looking”, agar kelak hidup membawa keberkahan.

Allahu a’lam.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.