Dibalik Muslihat Amerika dalam Penanganan Konflik Bersenjata di Timur Tengah

Oleh: Sabri Yacoob (Aktivis Hizbut Tahrir Malaysia)

SuaraInqilabi-Press conference Donald Trump beberapa jam lalu menyatakan bahwa Amerika akan mengurus peperangan di Timur Tengah tanpa konflik bersenjata, dengan kaedah yang tidak menumpahkan darah bagi saya hanyalah merupakan retorika bohong yang menjemukan.

Inisiatif keamanan yang baru dicapai antara kelompok Kurdi, Rezim Basyar, Turki dan Russia di wilayah utara disebut sebagai genjatan senjata “selamanya” tentunya difahami sebagai khayalan, ketika semua pihak on the ground, dalam posisi saling membentuk senjata antara satu sama lain.

Kita tidak mungkin mengharapkan pertolongan dari seorang pembunuh, dengan mengambil harapan kepada Amerika yang realitanya sifat negara Superpower seperti Amerika hidup dengan menjarah negara lain.

Keamanan hanya mampu di kecapi dengan keadilan yang dibangun atas dasar taqwa. Bukan dari retorika bohong penuh muslihat.

Secara kesimpulan, keamanan sementara yang dikelola Trump, yang katanya untuk menyelamatkan anak-anak Amerika terbunuh dalam konflik, serta mengurangkan biaya perang yang tinggi harus dilihat dengan penuh kecurigaan.

Ini karena, Amerika bukanlah negara yang ikhlas membela sesiapapun melainkan karena ada kepentingan atau imbalan yang diinginkan. []

Alih Bahasa: Gesang Ginanjar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *