Dibalik Bencana Ada Peringatan Nyata

Oleh: Desi Wulan Sari (Member Komunitas Revowriter Bogor)

Awal tahun baru 2020 disambut dengan datangnya hujan besar yang memakan waktu lama di beberapa daerah Jabodetabek. Akibat hujan awet yang berkepanjangan membuat banjir di wilayah tersebut.

Bencana banjir yang melanda ibu kota Jakarta, Depok, Bekasi dan Bogor membuat duka bagi keluarga, kerabat, sahabat dan handai tolan kita yang mengalaminya.

Berbagai media dan netizen, banyak yang mendokunentasikan peristiwa banjir hebat ini untuk sekedar berbagi ataupun memberikan informasi bagi masyarakat luas atas kondisi banjir yang melanda wilayah mereka.

Inilah beberapa daerah yang terkena banjir di wilayah Jabodetabek:
⁃ 06.00 kawasan banjir sekitar Rumah Sakit TNI AL Dr Mintoharjo, Jl Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, banjir setinggi paha orang dewasa.
⁃ 05.00 Perumahan Setneg Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Banjir terjadi pukul 05.00 WIB dengan ketinggian air 30 cm hingga 50 cm.
⁃ 05.00 kompleks BPPT Meruya Jakarta Barat, baru pertama kali banjir masuk rumah warga.
⁃ Kawasan Pulogadung dan Pulomas banjir 5 m, air mengakir deras.
⁃ Perumahan harapan permai Bekasi, banjir 1 meter dan menggenangi warga.
⁃ Pondok Kelapa Jakarta Timur, banjir sepinggang orang dewasa.
⁃ Cipinang Jakarta Timur banjir sekitar 2 Meter.
⁃ jam 04.25, Bumi Mutiara, RT.01 /38 Bogor, Lapangan Bulu Tangkis longsor lg
⁃ jam 04.28, Bojongkulur – Bogor, Rumah ambruk d lokasi RT 01/09 Dusun III Desa Bojongkulur. Bangunan d pinggir tebing sekolah Alam bambu hitam akibat hujan deras mengakibatkn longsor Serta ambruknya 2 buah bangunan.
⁃ 03.00 Banjir terjadi di Perumahan Pulo Indah, Jalan Pulo Indah Permai, Cipindoh, Kota Tangerang, tinggi air mencapai mata kaki sampai seunggang orang dewasa. Air masuk ke rumah-rumah dan mobil tenggelam.
(detik.com, 1/1/2020)

Bahkan media internasional seperti Singapura: The Straits Times, Malaysia: The Stars, AS: Bloomberg, danThailand: Bangkok Post. Semua media internasional tersebut hampir serupa dalam memberitakan bencana banjir di Indonesia. Dikatakan bahwa ini adalah peristiwa banjir terburuk di Jakarta sejak 2013. Banyak warga yang menjadi korban dan harta benda yang tak terhitung kerugiannya.

Dibalik banjir yang terjadi, juga sebab akibat banjir menahun yang semakin lama semakin buruk ini, jelas Allah telah memberikan teguran pada kita untuk mulai evaluasi diri terhadap apa yang telah dilakukan baik dan buruknya terhadap negeri ini.

Indonesia yang alamnya paling luas, subur dan kaya dianugeahkan Allah untuk dimanfaatkan manusia sebagaimana mestinya. Tetapi faktanya manusialah yang banyak melakukan kefasadan, menyebabkan lingkungan ini tidak lagi seimbang.

Khususnya di Kota Jakarta, dimana roda ekonomi negara ini menjalankan aktifitasnya. Akibat sistem kapitalis yang dijalankan negeri ini membuat yang ada di pikiran manusia hanyalah keuntungan dan bisnis semata. Lihatlah gedung pencakar langit yang tegap berdiri gagah, mal-mal besar dibangun dengan megah, hotel, apartemen dan tempat hiburan berjamur dengan meriahnya. Semua itu semata-mata hanya untuk memuaskan hasrat para penguasa kapitalis. Mereka hanya memanfaatkan apa yang bisa diberikan Jakarta bagi mereka. Sejak masa penjajahan Belanda hingga hari ini, Jakarta selalu menjadi sasaran emas para kapitalis. Sehingga kondisi nyata atas dampak lingkungan sosial yang berakibat fatal bagi masyarakat seperti banjir hebat hari ini terjadi dan sampai kapanpun tidak akan berhenti sampai sistem kapitalis benar-benar hilang dimuka bumi.

Tata Kota, tata letak, amdal, dan semua yang berhubungan dengan keseimbangan lingkungan di Jakarta dan sekitanya sudah tak lagi menjadi isue penting bagi mereka. Maka Allah telah menunjukkan pada kita, betapa manusia telah banyak melakukan kerusakan terhadap apa yang telah Allah ciptakan dan amanahkan pada umat manusia.

Itulah peringatan nyata yang Allah perlihatkan pada kita. Sehingga bagaimana manusia bertobat, meminta ampun dan memperbaiki kerusakan atas nama kapitalisme harus segera dilakukan.

Allâh swt berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat)[1] manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) [ar-Rûm/30:41]

Dalam ayat yang mulia ini, Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa penyebab utama semua kerusakan yang terjadi di muka bumi dengan berbagai bentuknya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti kerusakan yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.

Maka jelaslah apa yang Allah ingin sampaikan pada manusia, bencana banjir menahun yang tak akan ada akhirnya menjadi bukti fasadnya manusia, lalainya mereka dengan meninggalkan hukum syariat yang telah Allah rancang sedemikian rupa bagi kemaslahatn umat manusia. Inilah saatnya kesadaran umat dibangkitkan kembali kepada jalan kebenaran yaitu kepada Islam Kaffah rahmatan lil alaamiin. Yang perlu diingat adalah di setiap bencana pasti ada peringatan nyata. Wallahu a’lam bishawab.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *