Darah Muslim India: Siapakah Pelindungmu?

Oleh: Desi Wulan Sari (Revowriter Bogor)

Tangis dan jeritan memilukan terdengar di negeri India. Setiap film Bollywood yang dihadirkan akan selalu menampilkan keramahan penduduknya, harmonis berdampingan dalam perbedaan agama, selalu riang bernyanyi mengatasi problematika hidup anak manusia. Negeri yang selalu Indah bagi penontonnya.

Lain di film lain pula kenyataannya. Peristiwa tragis justru terjadi di negeri rempah-rempah tersebut. Diawali dari unjuk rasa damai tolak UU anti muslim. Namun disayangkan aksi tersebut terjadi kericuhan yang menyebabkan bentrokan antara umat muslim dan masyarakat Hindu India. Bentrokan tersebut menewaskan 38 orang, melukai 200 orang bahkan menghancurkan bangunan-bangunan seperti mesjid, toko, kendaraan, rumah di kawasan muslim India. Bentrokan ini menjadi konflik antarkomunitas agama yang mematikan dan mengejutkan dunia (pikiran rakyat.com, 28/2/2020)

Bahkan airmata pun seakan tak mampu lagi membasahi pipi mereka, ketika muslim India menerima perlakuan pahit hanya karena mereka beragama Islam. Sungguh disayangkan konflik ini sangat brutal dan kejam, perlakuan diskriminasi umat muslim India sangat tidak manusiawi. Tanpa memandang yang ada dihadapannya, tua, muda, anak-anak, wanita menjadi sasaran pembantaian akibat kebencian agama yang ada didalam hati, mereka ada yang dibakar, ditendang bahkan dipukul hingga mati. Darah-darah umat muslim berjatuhan tanpa seorangpun yang mampu menolong mereka, seakan-akan nyawa sudah tidak ada harganya lagi dan hati nurani manusia sudah lenyap bagi umat Hindu India. Layakkah perlakuan pemerintah Hindustan terhadap warga minoritas muslim di negaranya?

Perlunya memahami sejarah masa lalu India akan semakin mengerti mengapa muslim India sangat dibenci di negeri itu, rasa benci yang mengakar terhadap umat muslim India telah lama ada dan tertanam benih-benih kebencian itu ketika masa Mahatma Gandhi hadir ditengah-tengah umat Hindu. Singkatnya Gandhi dikenal sebagai seorang tokoh spiritual dan politikus India. Dikenal sebagai orang penting yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan India. Ia juga seorang aktifis perdamaian dalam gerakan kemerdekaannya. Yang nengejutkan dalam buku karangan Buya Hamka “Ghirah, Cemburu Karena Allah” (GIP, 2016) diceritakan bahwa Mahatma Gandhi seorang yang sangat ghirah terhadap agama Hindunya yang luar biasa totalitasnya. Tetapi Gandhi juga seorang yang paling benci pada Islam. Dia adalah seorang yang sangat tidak suka jika Islam berkembang di India, walau ditunjukkan dengan cara yang halus.

Satu waktu diceritakan, Gandhi pernah memohon sambil sujud dihadapan seorang wanita bangsawan dan terpelajar untuk tidak menikah dengan laki-laki muslim India, walaupun laki-laki tersebut seorang terpelajar dan memiliki status sosial yang tinggi. Bayangkan demi agamanya, Gandhi sudi sujud di kaki seorang perempuan agar tidak beralih dari Hindunya. Begitu hebatnya usaha yang dilakukan Gandhi jika martabat agamanya tersinggung. Meskipun kelihatannya, ia dikenal begitu lemah lembut dan berprikemanusiaan.

Cerita lain disebutkan seorang advokat besar India memeluk agama Islam, secepat kilat Gandhi menemui advokat tersebut dan berusaha membujuknya untuk kembali kepada agama nenek moyang mereka, namun advokat itu menolaknya.

Begitu juga saat anak sulungnya, pada tahun 1936 Motial Gandhi masuk Islam di Amerika Selatan. Gandhi rela puasa sampai mati karena sedihnya. Segala upaya ia lakukan tapi tidak dengan kekerasan. Akhirnya anaknya murtad kembali kepada agama ayahnya.

Gandhi membenci Islam dengan cara lembut. Ada kalangan Hindu yang lebih-lebih bencinya yakni golongan Hindu Mahasbha. Mereka ingin jika kekuasaan ada di tangan, mereka hendak mengikis habis umat Islam dari bumi India. Gandhi tak setuju, dia tetap ingin membenci Islam dengan caranya sendiri. Akhirnya dia mati jadi korban oleh kalangan mereka sendiri- Hindu Mahasbha bukan oleh umat Islam.
(Republika.co.id, 2/3/2020).

Itulah persoalan yang dihadapi muslim India saat ini. Kebencian antar SARA tidak hanya antar umat beragamanya saja tetapi sampai pada ranah negara. Dengan diterbitkannya UU anti muslim membuat rakyat India yang beragama Islam harus tersingkirkan dan dampaknya mereka adalah sekelompok warga ilegal yang tidak memiliki kekuatan hukum apapun di negerinya sendiri. Konsekuensinya mereka dapat diusir bahkan dipenjara karena melanggar UU yang diciptakan oleh rezim zalim India saat ini.

Pelindung Umat Penyelamat Hakiki

Melihat kekejaman yang dipertontonkan kepada dunia, umat muslim sangat mengecam perlakuan kejam umat Hindu India. Kecaman-kecaman atas perbuatan tersebut semakin banyak, tetapi faktanya tangan-tangan umat muslim terikat sangat kuat, sehingga tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantu kaum muslimin di India. Pembatasan atas nama negara, politik internal, bahkan kebebasan menentukan hukum negara masing-masing membuat umat muslim minoritas di belahan dunia manapun akan mengalami diskriminasi yang nyata dan signifikan. Tidak berlaku satupun yang digaungkan para sekuleris liberalis terkait pelanggaran HAM di India. Apalagi tak adanya pelindung bagi kaum muslimin membuat penderitaan mereka semakin mendalam.

Semestinya kaum muslimin menyadari bahwa kelemahan umat muslim hari ini karena semakin dijauhkan dari pemikiran Islam. Syariat Islam ssbagai tuntunan umat telah dikaburkan dengan racun-racun pemikiran barat yang sama sekali tidak ada kebaikan di dalamnya. Hanya aturan-aturan dunia kapitalis yang menguntungkan mereka terus dicekoki kepada umat muslim dan musuh-musuh umat muslim di dunia.

Hanya Islam kaffah yang mampu membebaskan penderitaan umat muslim dunia, seperti Palestina, Uighur (China), Rohingya (Myanmar), Mali (Afrika), Pattani (Thailand), Bosnia Herzegovina, Moro (Filiphina), dan yang sedang berlangsung saat ini wilayah Assam (India). Islam kaffahlah pelindung umat yang hakiki bagi keselarasan dunia.

Rindunya umat muslim pada pelindung kaum muslimin membuat semangat dan kebangkitan kaum muslimin mulai terasa hangat diberbagai negeri. Membebaskan penderitaan umat, menghilangkan kedzaliman para penguasa, melindungi kekayaan alam kaum muslimin, melindungi wanita dan anak-anak dari kerusakan sistem membuat umat ingin mengembalikan kehidupan Islam bagi dunia.

Doa dan kekuatan Iman kaum muslimin akan membawa cahaya Islam yang redup lambat laun akan terang kembali, seiring ghirah kaum muslimin dalam nenjalankan Islam kaffah semakin terasa. Bersabarlah saudaraku di India, semoga Allah menolong kalian dengan kuasaNya seperti kalian menjaga agama Allah dengan siksaan dan penderitaan yang kalian alami akan dibalas dengan surgaNya kelak. Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *