DAKWAH

Oleh: Galih Maulana

“Ngomongmu ketinggian, kalo kamu sendiri masih gitu gitu aja”,
“Kamu menasihati tapi kamu sendiri belum bener, benerin diri dulu baru orang lain”
“Percuma! Kalo kamu menasihati tapi … ”
_

_
Saudaraku .. 🙂 jika parameter mengajak pada kebaikan harus menunggu diri baik dulu, joss dulu, sempurna dulu .. maka niscaya tidak ada yang menasihati di dunia ini kecuali Rasulullah karena tidak ada manusia di bumi ini yang ma’sum (terjaga) kecuali beliau.
_
Manusia itu lemah .. kita lemah. Letaknya salah dan khilaf. Justru dengan saling menasihati itu untuk diri sendiri dan orang lain. Bersama-sama berusaha menjadi baik. Dengan kita menasihati orang lain kita akan teringat dengan perkataan kita sendiri “oh iya, aku udah ngomong gini ke orang.. masa aku masih begini”
_
Kita akan dihantui rasa takut akan kemunafikan, dengan begitu insyaAllah kita akan terus menerus berusaha menjadi lebih baik, itulah hebatnya dakwah .. bukan hebat dulu baru dakwah.
_
_
Apa kata Allah pada Qs. Al-‘Asr ?
(1).
وَا لْعَصْرِ ۙ
wal-‘ashr

“Demi masa.”

(2).
اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ ۙ
innal-insaana lafii khusr

“Sungguh, manusia berada dalam kerugian,”

(3).
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ
illallaziina aamanuu wa ‘amilush-shoolihaati wa tawaashou bil-haqqi wa tawaashou bish-shobr

“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
(QS. Al-‘Asr 103: Ayat 1-3)
_
_
Mulai SD pun saya yakin kita hapal surah ini, namun pernahkah kita merenungkannya? Mengamalkannya isinya?
__
_
Apa kata Allah pada Qs. Ali ‘Imram 110?
Kita ini umat terbaik! Terbaik lho, asalkan ..

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
kuntum khoiro ummatin ukhrijat lin-naasi ta`muruuna bil-ma’ruufi wa tan-hauna ‘anil-mungkari wa tu`minuuna billaah, walau aamana ahlul-kitaabi lakaana khoirol lahum, min-humul-mu`minuuna wa aksaruhumul-faasiquun

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)
__
_
Apa kata Rasulullah?
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
Man ro’a minkum munkaron falyughoyyiru biyadihi, failam yastathi’ fabilisanihi, failam yastathi’ fabiqolbihi wa dzalika adh’aful iimaan

“Barang siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangan (kuasa) nya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.”
_
Dengan hati? Diam.. mbatin.. dikritik sama Rasulullah selemah-lemahnya iman lho.
__
Apa kata Rasulullah lagi?
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”
_
Rasulullah saja.. di sini tidak membebani kita, harus hafidz dulu baru dakwah, harus jadi ustadz dulu baru dakwah, harus ulama dulu baru dakwah, harus lulusan pondok yang pantas dakwah, endak.. 🙂
Sampaikanlah walau hanya 1 ayat, sampaikan 🙂
__
Ingat, poros kehidupan adalah dakwah.. kita bisa mengenal Islam, kita mengenal Rasulullah karena apa? Jika bukan karena dakwah 🙂
_
maka dari itu #yukdakwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *