Covid Varian Baru Melanda, Pintu TKA Masih Dibuka, Dimana Perlindungan Negara ?

Oleh : Nurul Afifah

 

Varian baru virus corona yang disebut B117 dari Inggris ini telah menyebar ke banyak negara . Negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Filiphina dan Thailand telah melaporkan varian baru virus ini . Selain lebih menular, varian baru ini lebih mematikan dari varian lainnya, sehingga harus lebih waspada dan hati-hati.

Menurut epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman, varian baru Covid-19 dari Inggris itu diduga telah menyebar ke Indonesia. Apalagi dikabarkan telah masuk di negara tetangga Indonesia yakni Singapura.

Hal ini benar-benar harus disikapi, apalagi dengan besar kemungkinan virus  jenis baru sudah sampai di Indonesia. (iNewsJateng.Id, 29/12/2020).

Warga Negara Asing (WNA) dari China terpantau masuk ke Indonesia di tengah larangan masuknya WNA ke Tanah Air demi pencegahan penularan Covid-19. Sebanyak 153 WNA dari China masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (23/1/2021).

Masuknya WNA dari China di tengah larangan WNA dari seluruh dunia memasuki Indonesia menjadi perbincangan publik.

Tak hanya kali ini, sebelumnya pada 2020, WNA asal China juga pernah masuk ke Indonesia, khususnya ke Sulawesi Tenggara, di tengah larangan masuknya WNA dari seluruh dunia ke dalam negeri. (Kompas.com, 25/01/2021).

Miris ! Saat virus varian baru Covid-19  ini semakin mendekat dan diduga sudah melanda di Indonesia, namun warga asing melenggang masuk melalui pintu resmi. Jika hal tersebut dibiarkan, lalu dimana perlindungan negara untuk rakyat ? Mengingat virus ini semakin menjadi.

Semestinya perlindungan terhadap rakyat jadi pertimbangan utama kebijakan pemerintah, dengan melarang total masuknya orang asing ke wilayah Indonesia.

Dalam keadaan dilanda wabah, haram bagi negara membuka akses keluar masuk. Hal ini dikarenakan akan mengakibatkan semakin banyak masyarakat yang tertular virus dan tenaga kesehatan semakin kualahan mengatasi. Sehingga kematian akan menjadi.

Nyatanya, penguasa lebih mengambil kepentingan yang lebih mementingkan ekonomi. Beginilah jika aturan berporos pada kepentingan dan manfaat (materi). Inilah karakter negara demokrasi kapitalis, pe4gerakan ekonomi lebih diutamakan daripada perlindungan terhadap nyawa rakyat. .

Islam dalam mengatasi wabah, memiliki konsep yang komprehensif. Konsep yang totalitas hingga wabah tuntas. Konsep ini terkait dengan berbagai aspek kesehatan, ekonomi dan politik dalam negeri.

Pertama, Negara akan memberlakukan karantina total bagi tempat ditemukannya wabah pertama kali. Negara juga akan menutup pintu perbatasan agar matai rantai penyebaran virus cepat terputus. Warga yang berada di wilayah yang terdampak wabah tidak boleh keluar, sedangkan yang berada diluar wilayah terdampak wabah dilarang masuk di wilayah yang terdampak wabah. Negara juga akan menjamin kebutuhan dasar hidup penduduk wilayah karantina.

Kedua, Negara akan sigap melakukan testing dan tracing untuk menelusuri penularan wabah. Hal ini untuk mengetahui mana rakyat yang sehat dan yang sakit, hingga bisa segera dipisahkan. Rakyat yang sakit akan diberi tindakan perawatan dengan pelayanan gratis dan berkualitas.

Ketiga, Negara akan mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan ketat dan jangan sampai menimbulkan bahaya bagi masyarakat lainnya. Sehingga akan muncul kesadaran akan saling menjaga.

Keempat, Negara memfasilitasi para ilmuwan untuk melakukan penelitian vaksin untuk menanggani wabah.

Inilah konsep negara islam dalam mengatasi wabah . Negara mengerahkan seluruh daya upaya untuk melindungi nyawa masyarakat dari ancaman wabah. Hal tersebut dilakukan sebab nyawa manusia berharga dimata Allah . Rasul SAW, bersabda : ” Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai dan Tirmidzi).

Wallahu’alam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *