Covid-19 Belum Sirna, Kini Hepatitis Akut Menyapa

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Dewi Fitratul Hasanah (Pegiat Literasi Islami)

 

Covid-19 di negeri ini belum seutuhnya sirna. Kini muncul penyakit hepatitis baru yang menyerang anak-anak di wilayah Eropa, Asia, dan Amerika. Penyakit tersebut belum diketahui penyebabnya. Keberadaannya yang banyak memakan korban jiwa dalam waktu singkat seyogyanya menjadi persoalan yang cukup serius untuk dikaji. Mengingat, penyakit ini ditengarai akan menjadi pandemi.

Dilansir dari Katadata.co.id. (6/5) belum lama ini muncul acute Hepatitis of unknown aetiology (kasus Hepatitis akut misterius). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 10 kasus muncul pertama kali di Inggris pada 5 April 2022. Tak berselang lama, 228 kasus serupa merambah hingga 20 negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan pemaparan Epidemiolog, Dicky Budiman, Hepatitis akut adalah suatu infeksi dari organ hati dalam waktu sekitar 2-4 minggu, jika telah kronis infeksinya bisa merusak hati. Namun, Hepatitis misterius yang kini merebak belum bisa dipastikan penyebabnya, termasuk mekanisme dan patofisiologinya.

Prof. Tjandra Yoga Aditama sebagai mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mengungkapkan bahwa Hepatitis akut ini berbeda dengan tipe sebelumnya yang sudah ditemukan. (BBC.Com, 4/5/2022)
Hepatitis pada umumnya yakni gastrointestinal, seperti diare atau muntah, demam, nyeri otot, dan penyakit kuning (kulit dan bagian putih mata menjadi kuning).

Saat ini Kemenkes mengimbau agar masyarakat tetap siaga untuk selalu melakukan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan bersih dan matang, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hanifah Oswari mengingatkan bahwa ada kemungkinan kasus infeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini bakal menjadi pandemi secara global. Namun demikian, kemungkinan itu masih sangat kecil mengingat saat ini kasus hepatitis misterius masih terkendali di sejumlah negara.

Sementara, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membantah bahwa masih terlalu dini untuk menilai kemungkinan hepatitis akut misterius menjadi pandemi baru yang akan terjadi. Karena status pandemi merupakan kewenangan WHO yang ditetapkan secara global, tidak hanya negara tertentu saja.

Lantas bagaimana seharusnya kita utamanya negara dalam bersikap?
Sepatunya kita tak boleh meremehkan apalagi berkelakar dalam menghadapinya dan melalaikan penyelesaiannya. Pandemi Covid-19 seharusnya menjadi pelajaran berharga ketika awal kemunculannya diremehkan. Tak pelak wabah menghantam dengan cepat dan negara tampak gelabakan menghadapinya. Walhasil kerugian betubi- tubi dirasakan. Mulai dari hilangnya nyawa rakyat, pendidikan, pekerjaan hingga sulitnya perekonomian.

Sebelum memutuskan suatu kebijakan, baiknya para pemangku kebijakan memahami prinsip-prinsip dasar sesuai tuntunan Islam dalam mengelola negara berdasarkan syariat. Agar penyakit segera teratasi, tidak berlarut dan tidak salah kaprah. Solusi Islam untuk mengatasi pandemi adalah saling berkolaborasi. Negara wajib mengisolasi daerah wabah, agar wabah tidak semakin meluas. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda:

“Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari)

Jelas, negara pun harus siap menjamin kebutuhan rakyat tanpa terkecuali. Utamanya pada saat diberlakukan isolasi. Sebab ketika masa isolasi aktivitas rakyat dalam mencari nafkah otomatis terhenti. Maka, negara lah yang harus mengayomi kebutuhan masyarakat agar tetap tercukupi.

Satu-satunya sistem yang mau dan mampu menjalankan solusi itu tiada lain adalah sistem Islam. Sebab sistem kapitalisme hanyalah menuhankan materi, nyawa manusia tak begitu berarti. Selama sistem kapitalisme yang diterapkan maka yang terjadi bukan penyelesaian justru kehancuran dan kenestapaan. Semoga Allah menyegerakan tegaknya Islam di muka bumi ini. Wallahua’lam bishshawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.