Cinta Nafsu Menuju Kekufuran, Cinta Hakiki Mengantarkan Ketaatan

Oleh : M Azzam Al Fatih (Penulis dan aktivis dakwah)

 

Sudah menjadi Sunnatullah ketika seseorang tertarik  terhadap lawan jenisnya untuk saling mencintai. Malah menjadi aneh manakala tidak tertarik  terhadap lawan jenisnya. Sebab Allah SWT menciptakan manusia itu berjodoh.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَ زْوَا جَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِۢتُ الْاَ رْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ

sub-haanallazii kholaqol-azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul-ardhu wa min angfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun

“Maha Suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”

(QS. Ya-Sin 36: Ayat 36)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

wa min aayaatihiii an kholaqo lakum min angfusikum azwaajal litaskunuuu ilaihaa wa ja’ala bainakum mawaddataw wa rohmah, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yatafakkaruun

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)

Pada diri manusia mempunyai ghorizah yang  harus dipenuhi. Maka tugas manusia menyalurkan ghorizah tersebut pada tempatnya.

Namun menjadi bahaya ketika manusia salah dalam menyalurkan naluri tersebut. Misalnya mencintai seseorang hanya berdasarkan nafsu belaka. Dengan seenaknya  membawa cinta kepada sesuatu yang  mendatangkan kesesatan, misalnya para pelaku LGBT, yang mencintai sesama jenis. Hal ini jelas merupakan bentuk kesesatan  serius yang menyalahi Sunnatullah bahwa manusia diciptakan untuk berpasang –  pasang dengan lawan jenisnya.

Berawal dari cinta yang bersandarkan pada nafsu, akan menjadikan dunia  sesuatu yang sangat penting. Al hasil, dirinya akan memburunya tanpa mengindahkan  kemudharatan bahkan abai terhadap aturan dari Tuhannya.

Seseseorang yang mencinta harta demi menuruti nafsunya, tentu dia akan memburunya dengan berfikir semaksimal mungkin, penuh semangat, dan hanya berfikir  keuntungan saja, Bahkan mengabaikan halal dan haram. Sebagai contoh para pejabat dengan gaji tinggi, dalam faktanya  mereka masih merasa kurang. Akibatnya mereka korupsi dan merampok harta milik rakyatnya. Begitu juga orang yang cinta terhadap jabatan dan kedudukan, ia akan mempertahankan jabatannya dengan segala cara dan mengabaikan peraturan yang ada. Dengan kebohongan, kecurangan, dan dengan cara lainya.

Pasangan antara laki dan perempuan yang saling mencintai karena nafsu. tentu akan melampaui batas  norma dan kesopanan manusia bahkan mendekati pada sifat hewani. apa yang terjadi pada hewan nampak pula pada manusia. Sebagai contoh, bebasnya pergaulan, berciuman, berpelukan, bahkan berhubungan layaknya suami istri ia lakukan di tempat umum.

Cinta karena nafsu akan membuat dirinya lupa kepada Allah SWT. Pelan namun pasti akan meninggalkan jalan cinta menuju robbnya, dan mendekati jalan kesesatan. Maka orang yang mencintai berdasarkan nafsu bisa dikatakan telah kehilangan cinta dari sang Kholiq.

Orang yang kehilangan cintanya Allah SWT, dia akan terjerumus kepada kesesatan yang berakibat penyiksaan di akhirat. kecuali dirinya berusaha untuk kembali kepada cinta NYA, dengan ketulusan dan keikhlasan diri untuk menjadi kekasih Allah SWT. Bertaubat dengan tidak akan mengulangi perbuatan. Kemudian bersedia menjaga cintaNYA dengan ketundukan menjalankan syari’at nya secara kaffah.

Dengan demikian harapan untuk kembali memeluk cintanya Allah SWT akan dia dapatkan. Berupa limpahan nikmat, pahala, kebarokahan, dan dikabulkannya doa, Yang semua akan berbuah manis sampai ke Jannah yang Allah SWT sediakan bagi insan yang memanfaatkan Cinta- NYA.

Wallahua’lam bishowwab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *