Cinta Dunia Takut Mati

Oleh : M Azzam Al Fatih (Penulis, Tinggal di Gunung Kidul)

Si boy, pimpinan operasional perusahaan air minum mineral mendadak kaget, lantaran mendapat kabar bahwa salah satu karyawanya tidak masuk kerja lewat telepon genggamnya. Kemudian, ia pun menanyakan kepastiannya. Dan ternyata benar, ia mengalami kecelakaan di jalan.

Pagi itu juga, si boy langsung mengintruksikan karyawan lainya untuk menggantikan posisi bagian packing. Di mana posisi itu biasa dikerjakan oleh Roy, karyawan yang sedang mendapat ujian kecelakaan, dengan tujuan agar operasionalnya tetap lancar.

Kemudian beberapa karyawan lainya diintruksikan untuk menjenguk di RS seger waras. Tak lupa, Si boy pun memastikan bagian – bagian operasional lainya. Setelah dipastikan aman dan berjalan dengan lancar, si Boy pun memanggil beberapa karyawan yang tadinya sudah ditunjuk untuk bersama – sama menjenguk si Roy.

Tepat pukul 09.00, si Boy dan rombongan meluncur menuju rumah sakit di mana Roy dirawat. wwuuuusssss, dengan kecepatan 80 km perjam tanpa diselingi istirahat kecuali di perempatan yang ada rambu – rambutnya.

Satu jam kemudian, sampailah rombongan tersebut di rumah sakit seger waras, Tepat di ruang Aisyah kamar 5, si boy ketuk pintu ;
“Thok…thok…thok,”pintu kamar diketuk dan si boy dan berucap ” Assalamualaikum alaykum”.

Melihat kedatangan bos dan temen kerjanya, Roy yg masih terbaring sakit, menangis seraya berkata “aku gak kuat dengan kondisi ini, kakiku patah, mukaku hancur, mengapa hal ini terjadi padaku,” Seakan – akan ia tak terima dengan musibah ini, yang mengakibatkan dirinya berbaring di rumah sakit dengan kondisi luka yang cukup parah, Memang ia terkenal laki laki yang gagah dan tampan, menyebabkan dirinya jadi idola para wanita.
Hal inilah yang menyebabkan ia tak terima dengan keadaanya sekarang.

Kisah Roy, karyawan yang mengalami kecelakaan cukup parah. Merupakan contoh orang yang cinta dunia dan takut mati. Ia sangat mencintai postur tubuh yang macau serta wajahnya yang tampan. Menyebabkan dirinya tak terima dengan musibah yang dialami, ia syhok berat.

Orang yang sangat mencintai dunia, entah harta, istri cantik, anak- anak dan sebagainya. pasti endingnya ia takut mati. Inilah yang dinamakan wahn, penyakit yang menjangkiti umat Islam saat ini.
Pernah Rosululloh di tanya, Apa itu wahn ya Rosululloh?…
Maka Beliau bersabda,” cinta dunia dan takut mati. ( H.R Abu Daud no 4297)

Ciri ciri orang yang terjangkit penyakit wahn adalah rakus terhadap harta, pelit serta menumpuk harta. Sedang orang yang akut kecintaannya terhadap dunia sudah tidak menghiraukan halal haram, semuanya dimakan, digaruk, ditelan, hampir – hampir melebihi sifat binatang. Lihat saja binatang kalau makan saja setelah kenyang langsung istirahat, beda dengan orang yang cinta dunia, segunung bahkan puluhan gunung diembat, Naudzubilla min dzalik.

Kasus Jiwasraya dan kasus lainya, yang merugikan negara sebesar cukup besar merupakan contoh bagi kita bagaimana kerakusan orang – orang yang cinta dunia. Yang sudah tidak menghiraukan halal haram asal nafsunya terpuaskan.

Kasus para ustadz, kyai, dan tokoh agama yang mengekor rezim anti Islam ini, juga merupakan contoh cinta dunia. Demi jabatan dan kedudukan, nafsu dan urusan perutnya, dan demi wibawa dan harga diri, ia rela menjual kebenaran dengan kebaathilan, menjual akhirat dengan kenikmatan dunia yang menipu. Alangkah ruginya orang seperti ini menisbahkan diri sebagai orang munafik. Semoga Allah memberikan hidayah kembali untuk kembali menjadi pembela agamanya.

Orang yang bermalas – malas terhadap ibadah juga merupakan ciri penyakit wahn. Di mana kemalasan inilah yang menyebabkan seseorang melalaikan syariat Islam kemudian menolak yang pada akhirnya menjadi penentang para pengemban dakwahnya. Nauzubillah min dzalik.

Orang yang cinta dunia dan takut mati adalah orang yang sedang diperbudak iblis. Dirinya telah terperangkap dalam jebakan iblis yang menjerumuskan kepada kesesatan dan ke lembah neraka.

Maka bersyukur dan berbahagialah bagi orang yang terbebas dari perangkap syetan berupa cinta dunia dan takut mati. Yang tetap istiqamah di jalan kebenaran Islam, mendakwahkanya serta memperjuangkan agar Islam diterapkan secara kaffah dalam bingkai kepemimpinan umum yang khas dalam Islam. Yang denganya banyak orang akan terselamatkan dari penyakit wahn, hidup yang damai, sejahtera, nyaman dan seabrek Kemuliaan akibat dari diterapkanya syariat Islam secara kaffah.

Akhir kata, semoga Kemuliaan ini segera terwujud didunia. Sudah sekian lama umat Islam merindukan kehidupan yang rahmatan Lil alamin.

Dini hari di Sleman kota, 28 – 12 -2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *