Cinta dalam Dakwah, Dakwah dalam Cinta

Oleh : M. Azzam Al fatih (Pemerhati umat dan aktivis dakwah)

Siapa yang tidak kenal cinta. sebuah kata yang tidak asing ditelinga kita. Kata itu selalu menghiasi perjalanan hidup manusia. Yang sering terucap, merasa, bahkan menjadikan diri semangat untuk hidup. Bahkan kalangan remaja menganggapnya nyawa dalam hidupnya, he he. Tapi kalau yang ini sudah geblinger cinta, hadech. Aneh ya, orang sudah melekatkan diri kepada cinta, namun tak dapat mengartikan, hingga dirinya geblinger.

Banyak orang bergelora dalam perburuan cinta, lalu lupa bahwa dirinya telah. Namun karena jiwa muda yang terus membakar untuk terus berburu cinta hingga diri lupa dan terbuai oleh nafsu. Akhirnya aktivitasnya berbalut cinta karena nafsu.

Maka, tertipulah dirinya oleh nafsu yang menjerumuskan pada kesesatan. Kerugian dan penyesalan pun dirasakan. namun masih bersyukur, yaitu masih diberi rasa penyesalan. Yang merupakan tanda bahwa dia diberi kesempatan untuk melakukan perburuan, agar dapat merasakan cinta hakiki. Cinta yang sesungguhnya diburu oleh manusia. Yang merupakan fitrah pada diri manusia.

Ketika cinta hakiki telah melekat pada dirinya, tinggallah orang itu untuk menempatkan cinta kepada sesuatu yang tepat agar tidak geblinger. bahkan menjadikan ruh dalam setiap aktivitasnya. Bergelora dan semangat dalam juang kebaikan. Salah satunya adalah dakwah. Dakwah adalah aktivitas kebajikan untuk mengajak seseorang ke dalam kebaikan atau untuk mendekatkan kepada Allah SWT, pencipta alam jagad raya.

Orang yang berdakwah dengan dibumbui dengan cinta akan menjadikan dirinya Bersemangat dalam mengembannya, ikhlas dalam berjuang, melangkah dengan ringan, dan istiqamah meski dihadang cobaan dan ujian berat sekalipun. Menyingkirkan onak dan duri yang selalu menghadang langkahnya. Menikmati lika – liku perjalanan dengan penuh cinta.

Kemudian nikmatilah dakwah yang dipenuhi cinta sampai kalian bertemu dan berkumpul bersama para pengemban dakwah yang sama – sama merindukan cinta hakiki dalam barisan dakwah fisabilillah menuju Jannah yang dinaungi cinta dari sang Kholiq.

Ini lah cinta yang selama ini dicari, cinta yang hakiki, cinta yang sangat menentramkan hati. Yang membawa kebahagiaan dunia hingga akhirat.

Maka sepatutnya seorang pengemban dakwah selalu berdoa untuk memohon kepada Sang Pemilik cinta. agar menetetapkan cinta selalu melekat dalam dakwah serta mengokohkan dakwah dengan cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *