Challenge Lathi Hipnotis Generasi Latah

Oleh : Peni Sartika

I was born a fool
Broken all the rules, oh-oh
Seeing all null
Denying all of the truth, oh-oh
Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn’t something we fought for
Never wanted this kind of pain
Turned myself so cold and heartless
But one thing you should know
“Kowe ra iso mlayu saka kesalahan, ajining diri ana ing lathi”
Pushing through the countless pain
And all I know that this love’s a bless and curse
Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn’t something we fought for
Never wanted this kind of pain
Turned myself so cold and heartless
But one thing you should know
“Kowe ra iso mlayu saka kesalahan, ajining diri ana ing lathi.
Siapa tak tau lirik lagu ‘lathi’ yang telah menyita perhatian warganet, khususnya kalangan remaja hari ini.

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lathi Challenge kini tengah menjadi tren di kalangan pengguna media sosial. Lagu berjudul ‘Lathi’ yang dibawakan Weird Genius bersama Sara Fajira juga ikut booming.

Lathi sendiri merupakan ciptaan Reza Arap, Eka Gustiwana, dan Gerald Liu yang tergabung dalam Weird Genius. Lagu viral karena unsur Electronic Dance Music (EDM) dan tradisional Jawa.
Kritik terhadap Lathi Challenge salah satunya datang dari ustaz asal Malaysia bernama Wan Dazrin. Ia bahkan meminta agar Lathi Challenge segera dihentikan karena dianggap menyesatkan.

“Hentikan ‘#LathiChallenge‘ sekarang juga. Sesungguhnya tarian2 yg kalian lakukan itu sgt berbahaya utk dijadikan hiburan. Ketahuilah kalian tarian itu wujud dari sesetengah budaya Jawa yg syirik & khurafat. Seperti memanggil Kuntilanak serta Roh Kuda Kepang. Tolong hentikannya!” cuit Wan Dazrin di Twitter, dikutip Sabtu, 6 Juni 2020.

Lirik lagu ‘lathi’ telah menghipnotis para generasi milenial hari ini. Hingga tak hayal banyak dari generasi muslim ini berlomba-lomba mengikuti challeng lathi bernyanyi, menari dan yang khasnya bersolek menyerupai setan.

Khususnya kaum hawa, telah tersesat jauh tanpa mereka sadari, dengan dalih hiburan mereka ikut-ikutan entah apa yang ada dalam fikiran mereka ketika bersolek seperti setan, anehnya mereka puas dan bangga. Dengan pujian dan popularitas sementara, yang akan hilang ditelan masa, dan menjadi penyesalan di alam baka.

Lathi bagaikan nyawa dalam sistem sekularisme, inpus peradaban liberal, dan ruh ideologi kapitalisme. Setiap denyutnya racun dalam tubuh kaum muslim. Derasnya serangan untuk memalingkan manusia dari jalan Allah SWT, sebagai bukti kuatnya permusuhan antara haq dan bathil. Apalah artinya challenge lathi bersolek menyerupai setan, padahal telah terang dan jelas firman Allah SWT bahwa setan adalah musuh yang nyata.

وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu,” (QS Al -Baqarah [2] 168)

Sungguh telah banyak manusia yang telah disesatkan oleh setan. Kita perlu belajar dari manusia -manusia terdahulu bagaimana rayuan iblis kepada Nabi Adam As, setan yang membisikan manusia membuat patung orang-orang shaleh untuk disembah sampai tipu daya setan terhadap kaum Nabi Luth As, dan tidak akan berakhir sampai kiamat tiba.
Dengan tipuan kesenangan dunia yang fana iman kita dirontokkan. Hingga tak mampu membedakan mana jalan kebenaran dan mana jalan setan. Hingga nasehat tak lagi mempan. Sebab benar generasi hari ini terus dijejali dengan pemikiran-pemikiran yang bathil, disuguhkan hiburan-hiburan yang menyesatkan dan konten-konten sampah bertebaran di medsos. Setan menawarkan kesenangan dunia hiburan, syahwat, popularitas dan materi kepada manusia. Dan lihatlah betapa banyak manusia yang tergelincir, karena tidak dibekali ilmu agama dan absennya peran negara menjaga akidah.

Di tengah pandemi generasi latah asyik Ikuti challenge lathi, bukan menyibukkan diri dalam ketaatan tapi bersolek mirip setan.

Nauzubillahminzalik. Apa yang bisa di harapkan dari pemuda-pemuda seperti ini, membayangkan masa depan penuh dengan suara burung hantu, kalau terus-terusan dibiarkan.

Padahal Ramadan baru saja beranjak. Sungguh iblis dan sekutunya telah berkolaborasi dengan sungguh dan serius siang malam memalingkan manusia. Dengan cara apapun menggerus keimanan dan menguatkan kekufuran. Challenge lathi berbahaya bagi akidah generasi hari ini, hiburan yang arahnya menuju kesyirikan, maka tentulah iman mudah sekali terlepas, padahal predikat tertinggi manusia adalah sebagai hamba Allah SWT.
Sebagaiman firman Allah SWT dalam Al -Qur’an

قُلْ أَنَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ كَٱلَّذِى ٱسْتَهْوَتْهُ ٱلشَّيَٰطِينُ فِى ٱلْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُۥٓ أَصْحَٰبٌ يَدْعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلْهُدَى ٱئْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami”. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam”, (QS Al-An’am [6]:71).

Semoga kita yang beriman tidak mengikuti ajakan setan yang terkutuk. Dan semoga saudara kita yang telah dipalingkan dapat cepat-cepat menyadari dan kembali ke jalan yang benar. Cukuplah Allah SWT sebagai pelindung orang-orang beriman dan menyakini adanya akhirat.
Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *