Bulan Maret, Bulan Kelam Bagi Umat Muslim Sedunia

Oleh: Yeni (Aktivis Muslimah)

Pada Tanggal 3 Maret 1924 Khilafah Utsmaniyah atau juga dikenal dengan Kesultanan Turki Ustmani (Ottoman) Runtuh.

Umat Islam perlu mengingat peristiwa ini dimana sistem islam (khilafah islamiyah) diruntuhkan oleh konspirasi barat melalui seorang yang bernama Mustafa Kemal Attaturk yang merupakan Orang Yahudi agen Inggris yang telah mengganti dan menghapus sistem kekhilafahan islam dengan sistem pemerintahan Republik. Sejak saat itu Mustafa Kemal mulai mengaburkan pemahaman Islam pada umat Islam, Bahasa Arab dihapuskan dan diganti dengan penggunaan Bahasa Turki sebagai Bahasa resmi, pelarangan penggunaan topi merah karena dianggap sebagai assesoris pakaian khas Kekhilafahan Utsmani, pelarangan penggunaan busana muslimah, pelafalan adzan dengan Bahasa Turki bukan Bahasa Arab dan lain sebagainya.

Sebelum terjadi runtuhnya kekhilafahan utsmaniyah (Khilafah Islam), umat islam perlu mengetahui bahwa sistem islam itu pernah diterapkan selama 13 abad lamanya dan menguasai 2/3 wilayah dunia, umat islam bersatu dalam satu negara yaitu daulah khilafah islamiyah dimana diterapkannya sistem islam secara menyeluruh dan membuat umat islam sejahtera sebagai contoh dimasa khalifah Umar Bin Abdul Aziz ketika menjalankan sistem islam hanya dalam 3 tahun sudah membuat tidak ada lagi rakyat yang berhak menerima zakat! Karena sangking sejahteranya! Dan ketika itu kekhilafahan islam disegani oleh negara-negara luar.

Namun sejak tanggal 3 Maret 1924 umat islam terpecah belah karena tidak lagi menjalankan sistem islam secara menyeluruh, umat islam terpisah-pisah dalam banyak negara, tidak lagi dalam naungan daulah islam, umat islam terpedaya oleh konspirasi barat dengan menerapkan sistem barat dinegri-negrinya seperti demokrasi kapitalismenya yang bukan bersumber dari islam, ditambah lagi mengambil ide-ide dari barat yaitu nasionalisme, kapitalisme, dan liberalisme. Selain itu mengijinkan barat menduduki wilayah umat islam dan membuat mereka berkuasa seperti di Suriah diduduki baik oleh Amerika Serikat, dan juga Rusia yang memiliki andil terhadap kekacauan negeri hingga saat ini.

Dan Belum lagi kekacauan ide barat dalam merusak generasi umat islam baik dalam keluarga dan generasi penerus dengan ide sekularisme (menjauhkan agama dari kehidupan), feminisme, kesamaan gender, liberalisme (kebebasan). Yang membuat banyak keluarga muslim jauh dari islam dan merusak tatanan keluarga seperti ide kesamaan gender yang membuat banyak suami dan istri muslim tidak memiliki pemahaman akan hak dan kewajibannya maka akan timbul masalah baru yaitu perceraian. Di Indonesia angka perceraian dari lima tahun terakhir terus meningkat. Bahkan menurut Kementrian Agama, dari dua juta pasangan menikah sebanyak 15% – 20% bercerai. Akibat perceraian Banyak Anak-anak perilaku negatif yang dilaporan pada kasus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) yang mencapai 7.698 kasus (Republika dari KPAI, sepanjang periode 2011-2016).

Inilah bukti bahwa Runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah pada 3 Maret 1924 membuat umat terpecah belah kedalam banyak negri-negri hingga merusak tatanan terkecil umat dalam keluarga dengan sistem dan ide-ide baratnya yang merusak. Sebagai umat muslim yang sudah mengetahui bahwa islam adalah agama yang sempurna, islam mempunyai sistem daulah islamiyah dan juga pernah jaya diterapkan selama 13 abad yang silam maka kita sebagai muslim berupaya mengembalikan kejayaan islam dengan kembali menegakkan Islam kaaffah dalam institusi khilafah. Mengutip apa yang dikatakan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya Khilafah Suatu Realita Bukan Khayalan, sistem Khilafah merupakan suatu syariat yang bisa diamalkan bukan suatu khayalan. Penegakkannya merupakan sinyal geliat kebangkitan umat Islam dari tidur panjangnya.

Sinyal kebangkitan khilafah adalah secercah harapan kejayaan Islam bagi keluarga dan generasi muslim dalam bingkai persatuan dan kesatuan umat Islam yang membawa misi rahmatan lil ’alaimin.

Khilafah ‘Alaa Minhaajin Nubuwwah adalah sistem kepemimpinan yang bisa mengatur dunia yang bersifat rahmatan lil alamin, melintas tanpa batas teritorial dan satu-satunya kekuatan yang bisa mengatur dunia sesuai dengan ketentuan Allah.

Wallahu a’lam bish-shawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *