Body Positivity Tidak Tuntaskan Masalah

Oleh: Aisyah Farha (Ibu Rumah Tangga)

Tara Basro, menghapus postingan foto dirinya yang setengah telanjang di akun twiternya, setelah ada pendapat bahwa foto tersebut mengandung unsur pornografi dan bisa terjerat UU ITE. Tujuan Tara Basro mengunggah foto tersebut adalah kampanye body positivity.

Selama ini body shaming memang menjadi masalah yang cukup pelik. Dalam survei yang melibatkan 2.000 orang dewasa, sekitar 56 persen mengatakan pernah menjadi korban body shaming dalam setahun terakhir. Lalu, ada satu dari 10 partisipan yang pernah menjadi korban body shaming dalam satu minggu terakhir (https://www.liputan6.com/health/read/4103769/hampir-setengah-jumlah-orang-dewasa-pernah-jadi-korban-body-shaming).

Saat ini, semua serba bebas. Salah satunya bebas menyampaikan pendapat dan bebas berekspresi. Mudahnya seseorang menghina bentuk tubuh atau warna kulit orang lain adalah salah satu efek dari kebebasan berpendapat dalam demokrasi. Sama hal nya dengan kebebasan berekspresi. Adanya body shaming memunculkan reaksi body positivity. Mereka yang merasa tertindas dengan hinaan berusaha bangkit dengan menunjukan kebanggaan dari kekurangan tersebut. Ini akan selamanya menjadi lingkaran setan yang tidak ada habisnya. Body shaming tidak akan selesai dengan pornografi yang berdalil body positivity. Begitulah demokrasi, sistem buatan manusia yang tambal sulam. Sistem ini gagal menyelesaikan masalah manusia. Hanya dapat menimbulkan masalah baru yang tidak ada habisnya.

Lain halnya jika masalah inii dikembalikan kepada Islam. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, sehingga dapat secara total mengatasi body shaming. Aturan ini dimulai dari dilarangnya seorang muslim untuk mengolok-olok atau memberi gelar buruk pada orang lain pada Qur’an Surah Alhujurat ayat 11. Allah mengkategorikan orang yang menghina oranglain sebagai orang yang dzalim. Jelas bagi orang yang beriman, hal ini cukup untuk membuat dia tidak menghina orang lain, karena tahu bahwa tempat orang-orang dzalim adalah di neraka.

Apalagi masalah pornografi, Islam sudah menentukan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telaak tangannya. Dan Islam juga mengatur bagaimana wanita berpakaian dalam Quran Surah An-Nur 31 dan Al Ahzab 59. Pornografi akan habis dengan sendirinya jika Islam diterapkan dalam kehidupan, karena para wanita tahu, ganjaran menutup aurat adalah surga.

Begitulah cara Islam menghapus body shaming dan pornografi. Karena Islam datang dari sang Pencipta Manusia yang maha mengetahui semua solusi dari permasalahan manusia. Kita tidak perlu lagi mencari solusi lain dari masalah diatas, kita hanya perlu melaksanakan perinta Allah dan menjauhi laranganNya. Maka kita akan terhindar dari body shaming dan pornografi.
Wallahu’alam bish shawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *