Bicara Pakai Iman dan Ilmu, Bukan Pakai Akal-akalan

Oleh: Irma Ismail (Aktivis Muslimah Balikpapan dan member AMK)

” Ga mau ikut aturan Indonesia..keluar dari Indonesia..!!

Kalimat yang amat sangat sering terdengar, ketika ada orang yang memcoba untuk taat pada aturan Islam.

Dengan dalih bahwa kita hidup dan makan di Indonesia, harusnya tau diri, ya pakai aturan Indonesia jangan main import aturan dari Arab Saudi.
Indonesia punya budaya , jangan pake budaya Arab.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Tanpa di sadari, ada kekeliruan mendasar yang semakin lama semakin jauh dari makna sebenarnya dan makin mengacaukan.

Definisi Islam, budaya, sumber hukum, menjadi rancu ketika selalu dikaitkan dengan Arab Saudi.

🌸 Benar bahwa Agama Islam diturunkan di tanah Arab dengan Rasul yang juga berasal dari bangsa Arab, yaitu Muhammad Saw.
Tapi itu hanya tempat awal diturunkannya, bukan sumbernya asal hukum dari bangsa Arab.

Tapi inilah kekeliruan yang sering terjadi, bahwa seolah hukum Islam berasal dari bangsa Arab. Padahal jelas bahwa hukum Islam ya berasal dari Allah Swt.
Allah jelas mengatakan bahwa Rasulullah diberi perintah untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia sebagai Rahmatan lil’alamin. Islam yang harus disebarkan dan bukan budaya Arab !!

🌸Bahwa bangsa Arab punya budaya itu benar adanya sebagaimana bangsa lain juga punya budayanya masing-masing.

Dan Islam juga punya budaya sendiri, yang bersumber dari aturan Allah.

🌸Nah rancu yang berikutnya, jilbab dan kerudung di anggap pakaian budaya yang hanya pas dan cocok untuk bangsa Arab saja.

Bahwa kalau mau jeli ada juga bangsa yang budaya berpakaiannya mirip seperti jilbab (( pakaian panjang yang lebar dan tidak menampakkan bentuk tubuh ))

Mungkin kita bisa lihat para buruh kelas bawah di Amerika latin, sedangkan bangsa Korea dengan Hanbok-nya untuk seluruh lapisan masyarakat, berbeda dengan di Jepang dan juga negara Eropa, pakaian panjang khusus bagi putri-putri kerajaan atau bangsawan.

Memang tidak terlalu lebar, tapi menutup seluruh badan dan panjang..

Nah di Arab juga tidak semua wanitanya berpakain seperti itu. Ada juga yang terbuka.

Tetapi dari semua itu, hanya Islam yang menjadikan pakaian sebagai nilai ibadah, tanda ketaatan kepada Allah.

Dan Allah menegaskan kembali, bahwa pakaian yang dengannya ketika dipakai maka kehormatan dan kemuliaan wanita akan dijaga, adalah Jilbab dan Kerudung. Dengan syarat yang sudah jelas, bahwa jilbab panjang dan lebar, terulur dari atas hingga ke bawah, sedangkan khimar/ kerudung menutupi kepala hingga ke dada/ bukaan kancing baju yang bisa kepala keluar dan masuk.

Dan itu diwajibkan bagi wanita muslimah, yang beriman kepada Allah dan RasulNya.
Adapun cadar, memang ada perbedaan pendapat.

👉Kalau Arab sholat ied, kenapa tidak sekalian aja waktu sholat ngikuti Arab.

Ini yang parah dan konyol, menandakan ada ilmu dasar yang tidak dipahami.

Ringkasnya adalah, waktu datangnya sholat adalah mengikuti perputaran bumi yang juga berputar pada porosnya juga sambil mengitari MATAHARI, dimana bumi mengitari porosnya dan juga mengitari matahari dan ini yang mengakibatkan terjadi perubahan siang dan malam, ada batas bayang-bayang benda di bumi karena efek sinar matahari.

Dan ada perbedaan waktu bagi tiap wilayah, pada saat bagaimana bayangan benda di bumi tepat dibawahnya atau matahari tepat di atas benda tersebut. Atau saat matahari mulai terbenam, itu semua tidak sama, tergantung di wilayah masing-masing. Tergantung apakah berada di khatulistiwa, atau berada di sekitar mendekati kutub.

Jadi misal di Balikpapan saja, sholat magrib itu berkisar antara pukul 18.12 sampai 18.32. Berbeda mungkin dengan di daerah Jakarta atau daerah lainnya. Juga dengan di wilayah yang semakin jauh dari khatulistiwa.

Karena acuan sholat adalah jatuhnya bayangan di bumi dari efek cahaya matahari, atau ketika masuk subuh adalah terbitnya fajar.

Maka adalah kekonyolan ketika mengatakan kalau Arab sedang masuk sholat Dzuhur, maka di saat yang sama kita juga melakukan sholat Dzuhur. Karena bisa jadi di Arab sholat Dzuhur, ada wilayah lain yang masih masuk subuh.

👉Sedangkan penentuan puasa dan sholat ied adalah perputaran BULAN yang juga mengitari matahari dan bumi.
Efek jatuhnya bayangan bumi di bulan. Yang akan menimbulkan awal bulan baru.
Hanya saja tidak semua tempat bisa melihat awal bulan baru ini.

Maka inilah yang jadi perbedaan di antara para ahli. Ada yang berpendapat melihat skala lokal saja, jadi jika tidak terlihat ya sudah akan langsung ditetapkan. Padahal bisa jadi beberapa menit kemudian dan di wilayah lain, awal bulan sudah nampak.

Maka bagi yang berpendapat jika terlihat awal bulan di manapun di wilayah di bumi ini, maka itu berlaku umum untuk seluruh dunia. Tidak terlihat di sini mungkin terlihat di lain tempat.

👉 Jadi jelas sangat berbeda, antara masuknya waktu sholat dengan masuknya awal bulan baru.

Maka benarlah kata Allah, bahwa manusia yang berilmu itu akan Allah naikkan beberapa derajat.

Dan sebagaimana Imam Syafii yang mengatakan bahwa tugas pertama bagi mereka yang Baligh adalah mengenal siapa Tuhannya, artinya adalah belajar, bagaimana menggunakan akal kita sebagai perantara saja agar sampai kepada keimanan kepda Allah .

Maka belajarlah agar Allah naikkan derajat kita.
Jangan seperti tong kosong nyaring bunyinya.

Tidak punya ilmu tapi ngototnya luar biasa dan tanpa sadar mempermalukan dirinya sendiri.

Jadi jika ada yang mengatakan
*_” Keluar dari Indonesia kalau ga mau pakai aturan Indonesia “_*

Maka cukup dijawab
*_ ” Keluar dari bumi Allah, keluar dari tempat yang Allah ciptakan. Carilah tempat yang bukan ciptaan Allah “_*

Adil kan ?? 😊

Balikpapan Syawal 1441 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *