Bersiap New Normal, Bersiap Ledakan Korban

Oleh: Heni Satika (Praktisi Pendidikan)

Beberapa Negara seperti Denmark, Peru, Republik Ceko, USA, Inggris, Turki dan banyak Negara lainnya. Menyiapkan skenario new normal life. Rupanya Indonesia juga bersiap untuk melakukannya.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa (26/5/2020) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sudah mulai menyusun tiga skema new normal untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Pertama, penerapan protokol kesehatan yaitu jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Kemudian penyesuaian sarana dan ruang kerja.

Skema kedua adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi yaitu e-office (less paper/paper less), kemudian menyiapkan digital signature dan mengurangi rapat fisik.

Skema ketiga adalah penerapan flexible working arrangement yaitu bekerja bisa dari kantor, rumah, tempat lain. diperkuat dengan IT system.

Melansir dari laman Kemenkes, Senin (25/5/2020) terkait Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, juga diberlakukan aturan aktivitas baru dalam mempersiapkan menuju New Normal.

Perusahaan memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat, meliputi higienitas dan sanitasi lingkungan kerja, sarana cuci tangan, Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja, dan Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Membudayakan etika batuk, kegiatan olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat, makan makanan dengan gizi seimbang, serta menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun mengeluarkan skenario kesehatan. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tanggal 15 Mei 2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

Fase 1 pada 25 Mei 2020, Pegawai BUMN usia 45 tahun ke bawah kembali masuk kantor, sementara usia 45 tahun ke atas diperkenankan kerja dari rumah (work from home). Lalu, sektor industri dan jasa juga kembali dibuka secara terbatas. Mall belum diperbolehkan dibuka, dan orang-orang dilarang berkumpul.

Fase 2 pada 1 Juni 2020, mall dan ritel sudah boleh dibuka kembali dengan batasan jumlah pengunjung dan jam buka. Untuk restoran ritel dan restoran hotel masih belum dibuka. Berkumpul boleh dilakukan di area outdoor dengan batasan jarak 2 meter dan maksimum 20 orang saja.

Fase 3 yaitu 8 Juni 2020, tempat wisata sudah diperbolehkan dibuka kembali. Jumlah pengunjung dibatasi, dan seluruh kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan. Pada fase ini, institut pendidikan diperbolehkan dibuka kembali, dengan pengaturan jumlah siswa serta jam masuk sesuai dengan kapasitas ruang.

Fase 4, pada 29 Juni 2020, seluruh kegiatan ekonomi mulai dibuka, dengan catatan penambahan kapasitas operasi dengan protokol kesehatan dan mematuhi kriteria penyebaran pandemi masing-masing daerah.
Fase 5 pada 13 dan 20 Juli 2020, lebih fokus pada evaluasi pembukaan kegiatan seluruh sektor menuju skala normal, secara bertahap.

Kekhawatiran akan kelumpuhan sektor ekonomi dengan mengikuti trend global dunia akhirnya membuat pemerintah membuka kembali sektor industri.

Sebenarnya bukan tanpa alasan pembukaan itu dilakukan, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira memproyeksi, ekonomi Indonesia berpotensi kehilangan Rp 127 triliun seiring dengan prospek pertumbuhan yang kian tertekan. Tetapi jika dilihat dari upaya penanganan virus covid -19 yang bertumpu pada upaya individu seperti cuci tangan, memakai masker dan physical distancing.

Maka potensi wabah gelombang kedua pasca pembukaan sektor industri sudah siap mengintai. Seharusnya pembukaan sektor industri, dilakukan dengan perencanaan dan penanganan yang serius terhadap korban covid -19. Bukan hanya sekedar mengikuti trend dunia.

Dalam Islam ada standart yang harus diikuti, dimana sebuah wilayah dikatakan keluar dari pandemi atau wabah. Salah satunya adalah berkurangnya atau bahkan tidak ada laporan kematian yang diakibatkan oleh virus ini.

Saat menjadi gubernur Syam, Amr bin Ash mencoba melakukan diagnosa terhadap penyebab dan penyebaran wabah. Amr mengatakan bahwa wabah seperti api yang berkobar dan selama masih ada kayu bakar, dia akan terus menyala. Selama masih ada orang yang sehat, ia akan terus menyebar.

Solusi menghentikan wabah adalah dengan menyuruh penduduk sehat pergi menyingkir ke bukit-bukit. Kebijakan itu dinamakan isolasi atau lockdown saat ini. Jika sampai sekarang penyelesaiannya hanya bersifat himbauan saja. Sedangkan tingkat kesadaran masyarakat Indonesia sangat rendah. Maka ke depan benar-benar akan menjadi ancaman yang serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *