Berkali-kali Laporan Penista Agama Tak Digubris, Begini Reaksi GNPF-Ulama

Dengan memendam amarah karena Nabi Muhammad SAW kembali dinista, Sekjen GNPF-Ulama Ustadz Edy Mulyadi ‘curhat’ kepada sekitar seribu peserta aksi mengutuk penistaan agama yang dilakukan Sukmawati.

“Saya, kemarin mewakili GNPF-Ulama melaporkan Sukmawati ke polisi. Itu proses hukum yang harus ditempuh memang. Tapi kami berkali-kali melaporkan orang-orang yang menistakan agama kita, menistakan Al-Qur’an kita, menistakan Rasul kita, semuanya hilang tak berbekas,” pekiknya berapi-api di atas mobil komando, Jumat (22/11/2019) di Patung Kuda, Silang Monas, Jakarta.

Ia pun menyimpulkan: “Jadi memang perlu sebuah sistem yang dapat menjamin kemuliaan dan kejayaan Islam. Apa sistem itu?”

Sembari mengibar-kibarkan liwa dan raya, serentak peserta aksi yang juga marah dengan penistaan yang dilakukan Sukmawati pun memekik “Khilafah!” berkali-kali.

Edy pun memekik lebih kencang lagi, “Bila kita mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, ikuti sistem itu! Tidak ada cara yang lain untuk menjamin bahwa Islam tegak dan berlaku, menyejahterakan seluruh manusia bukan hanya umat Islam!”

Sekitar seribuan massa yang datang dari Jakarta dan sekitarnya pun memekikkan “Allahu Akbar!” berkali-kali.

“Dan khilafah, saudara, sudah terbukti menyejahterakan manusia selama 13 abad!” pekik Edy.

Massa kembali memekik berkali-kali “Allahu Akbar!”

Lengkaplah sudah suasana panas di dalam hati lantaran Nsbi Muhammad SAW dinistakan, menyatu dengan panasnya terik mentari siang bakda shalat Jumat itu.

Dalam aksi tersebut massa membentangkan spanduk dan poster senada. Di antaranya bertuliskan: Penghina Nabi Muhammad SAW Harus Dihukum; Hentikan Islamophobia; dan Cinta Nabi Bela Nabi.[] Abintoro/Joko Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *