Zero Stunting Dengan Islam

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Zero Stunting Dengan Islam

Oleh Fitri Hizbi

Kontributor Suara Inqilabi

 

Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung, Bupati Bedas Dadang Supriatna menggulirkan wacana agar ASN menjadi orangtua angkat bagi anak penderita stunting. Ia menilai bahwa penurunan angka stunting adalah kewajiban sosial masyarakat secara umum. Bupati Bedas menuturkan pada tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung mencapai 31 persen, pada tahun 2022 turun menjadi 25 persen. Ia menargetkan, pada 2024 prevalensi stunting bisa ditekan lagi turun hingga 16 persen dan berharap bisa zero stunting.

Pelibatan ASN dalam menurunkan angka stunting, senyatanya merupakan bentuk lepas tanggung jawabnya negara dalam menjalankan tugasnya sebagai raa’in (pengurus rakyat). Program ini tidak menjamin angka stunting akan menurun, karena tidak semua ASN terkategori orang yang berkecukupan. Jangan sampai program ini justru memunculkan masalah baru.

Stunting merupakan gangguan kesehatan akibat kekurangan gizi, baik saat anak dalam kandungan ataupun setelah mereka dilahirkan. Kebanyakan balita yang terkena stunting berasal dari keluarga kurang mampu. Meski ada juga yang berasal dari keluarga mapan, tetapi tidak banyak jumlahnya. Ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi gizi adalah akibat kemiskinan yang sistematis.

Kemiskinan adalah persoalan pelik yang tidak akan pernah dapat diselesaikan oleh negara yang menerapkan sistem kapitalisme. Meskipun di negeri ini banyak SDA yang dapat dikelola, tetapi hasilnya dinikmati kelompok tertentu saja. Ini karena sistem ekonomi kapitalisme dikuasai oleh oligarki yang meniscayakan orang miskin makin sengsara orang kaya makin tajir melintir. Dalam sistem kapitalisme, dunia dikuasai pemilik modal yang maruk yang hanya ingin kaya sendiri, sedangkan rakyat biasa bisanya gigit jari.

Mengingat masalah stunting adalah masalah cabang, sedangkan masalah pokoknya adalah penerapan aturan kapitalisme-sekuler. maka perlu mencari solusi yang tepat. Islamlah jawabannya. Islam memiliki konsep bahwa tugas negara adalah mengurusi urusan umat dan bertanggung jawab menjamin semua kebutuhan dasar warganya terpenuhi, seperti sandang, pangan, dan papan.

Dengan penerapan Islam yang total, negara akan memenuhi tanggung jawabnya dan tidak akan membiarkan para pemilik modal menguasai kekayaan alam. Islam mengatur bahwa negara yang akan mengelola SDA dan memberikan hasil pengelolaan itu pada masyarakat. Untuk mengatasi stunting, negara akan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama makanan yang dikonsumsi halal dan bergizi. Apabila ada yang masih belum bekerja, negara akan memberikan bantuan, seperti dana untuk usaha atau membuka lapangan kerja. Dengan begitu gaji atau laba dari usahanya, kehidupan seseorang akan menjadi lebih baik. Ketika masyarakat tidak lagi hidup kekurangan, mereka sudah mampu memenuhi kebutuhan, termasuk memenuhi asupan gizi anak-anaknya untuk mencegah stunting. Maka dari itu satu-satunya aturan kehidupan yang pantas untuk menyelesaikan masalah ini agar zero stunting secara serius hanyalah Islam.

Wallahu’alam bishawab

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *