Paylater, Rentenir di Era Digital

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Paylater, Rentenir di Era Digital

Dina Maryani

(Aktivis Dakwah)

“Buy now, pay later” atau “beli sekarang, bayar kemudian.” Istilah ini sudah tidak asing lagi di telinga kita saat ini. Ini adalah rentenir di era digital. Fitur ini mudah didapat dan syarat- syarat pendaftarannyapun sangat mudah dan cicilan rendah, sehingga fitur ini banyak diminati terutama dikalangan milenial dan gen Z.

Mereka lebih memilih untuk bertransaksi dengan fitur ini. Survey katadata insight center dan kredivo menunjukan ada 55% pengguna paylater selama pandemi dan kebanyakan yg menggunakan nya adalah generasi muda. Tapi sayangnya banyak yang terjebak dalam fitur ini. Salah satu contohnya, baru-baru ini viral seorang wanita yang mengunggah di medsos nya dan menunjukkan tagihan paylaternya sebesar Rp17 juta dia panik dan menangis (sumber: twitter /Askrlfess).

Ini menunjukkan bahwa generasi muda saat ini yang kebanyakan hidup hedonis dan konsumtif. Ini adalah celah para kapitalis untuk memanfaatkannya demi keuntungan yang besar. Semakin banyaknya pengguna maka akan semakin besar penghasilan mereka. Tak heran jika di sistem kapitalis ini membuat generasi muda tergiur, mereka memandang bahwa sumber kebahagian mereka berasal dari materi. Mereka Membeli barang-barang branded untuk memenuhi gaya hidup yang pada dasarnya semua itu tidaklah diperlukan. Karena mereka lebih mengutamakan hawa nafsu duniawi.

Konsumerisme dan hedonisme yang melanda generasi muda telah dimanfaatkan oleh rentenir gaya baru untuk menjerat mangsa. Kemudahan akses untuk pinjam uang, membuka peluang untuk memenuhi keinginan demi gaya hidup ala Barat. Apalagi negara memfasilitasi jeratan haram dengan berbagai dalih, seperti terdaftar di OJK, bunga rendah, tanpa syarat adanya penghasilan dan lainnya, sehingga dianggap sebagai hal biasa bahkan sangat memudahkan. Padahal nyatanya jeratan menggurita membahyakan masa depannya.

Hal ini tak akan terjadi dalam Islam. Dengan sistem hidup sesuai dengan Islam, pemuda akan terhindarkan jebakan yang membahayakan ini. Pemuda terjamin hidupnya juga pendidikannya, aman dari godaan gaya hidup Barat dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas untuk menghantarkannya menjadi insan mulia

Islam juga akan menguatkan akidah generasi muda, sehingga mereka tidak akan terjerumus dalam jebakan kapitalis. Islam akan melarang atau menutup segala bentuk transaksi yang mengandung ribawi karena bahwasanya riba itu haram sebagaimana tertulis dalam ayat al Qur’an surat Al-Baqarah : 275 yang artinya,

” ….. Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…. “

Jadi marilah kita kembali kepada sistem Islam yang jelas akan membawa kita kepada keselamatan dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bishshawab.

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *