Narkoba Merajalela, dimana Peran Negara

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Narkoba Merajalela, dimana Peran Negara

Oleh Yulia Ummu Haritsah

Pegiat literasi Dakwah

Negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Hampir di setiap lini kehidupan, dari hulu hingga hilir, tak luput dari kefasadan.

Dapat dilihat dari sektor ekonomi yang semakin terpuruk, kejahatan kian merajalela, generasi muda yang melakukan aktivitas unfaedah, kriminalitas yang kian mengkhawatirkan, pejabat negara yang melakukan tindakan pidana pembunuhan, korupsi, perzinaan, tampak jelas di depan mata kita, begitupun Yang kita saksikan di televisi dan media sosial lainnya.

Tidak hanya itu, narkoba pun kini kian merajalela bahkan akhir-akhir ini narkoba dimodifikasi menjadi sesuatu yang seolah biasa karena ini dilakukan oleh banyak kalangan, yang mungkin dianggap hal yang biasa.

Seperti berita yg dilansir Detiknews menyatakan bahwa, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menggeledah sindikat industri pembuatan liquid vape yang mengandung narkoba jenis sabu cair di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Diketahui, sabu cair itu dicampurkan ke dalam liquid vape

Liquid ini menyasar orang yang suka ngevape, atau roko elektrik dimana, ngevape ini sebagian besar di sukai pemuda, coba apajadinya jika anak muda kita mengkonsumsi barang haram seperti ini.

Jenis narkoba semakin hari semakin beragam, dan penggunanya pun tak hanya dari kota tapi sampai ke pelosok desa kasus nya terus terjadi.

Kenapa pemerintah kecolongan dengan para supplier narkoba, seolah kalah cepat dalam bertindak? Ini dikarenakan tidak tegasnya sanksi yang diberikan kepada pengguna narkoba.

Mereka pemakai narkoba kalaupun tertangkap, mereka tidak kapok dipenjara, bahkan ada juga kasus bisa memasukkan narkoba ke lapas, dan mereka setelah keluar penjarapun masih melakukan aksi haramnya. Seperti artis-artis yang keluar masuk penjara akibat narkoba, tanpa ada rasa kapok, kenapa hukumannya tidak memberikan efek jera, apakah hukumannya kurang berat? Sehingga mereka melakukan kejahatan yang sama?

Padahal menurut pandangan Islam mabuk-mabukan adalah pangkal dari segala kejahatan, dari mabuk dia bisa melakukan kejahatan yang lainnya, dari membunuh, aksi begal, berzina, mencuri, merampok, dll. Sehingga dikatakan bahwasanya mabuk adalah pangkal kejahatan.

Meskipun sekarang di sekolah-sekolah sudah digalakan sosialisasi gerakan anti narkoba, tapi tidak berdampak yang signifikan, karena tidak didasari oleh keimanan agar dijauhi.

Islam sangat tegas mengharamkan khamr, segala sesuatu yang memabukkan, dan segala sesuatu yang bisa menghilangkan kesadaran, itu diharamkan dan pelakunya pun disanksi dengan tegas sehingga mereka tak berani lagi melakukan lagi .

Aturan Islam akan menggiring manusia untuk bertaqwa, taat terhadap aturan Allah SWT, mensholehkan pribadinya, sehingga mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, ketika ada yang melanggar hukum syara, masyarakat akan peduli, dan negara pun akan bertindak tegas pada tindakan kemaksiatan, agar tidak terjadi lagi.

Itulah pilar-pilar yang akan membangkitkan masyarakat, sehingga baldatun Thoyibatun warobbun Ghofur tercipta, yaitu pribadi-pribadi yang Sholih Sholihah, masyarakat yang peduli, dan negara yang menerapkan aturan Islam.

Wallahu’alam bishawab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *