SHALAWAT ASYGHIL MENYATUKAN DUA KUBU

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Sesuai jadwal Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (17/10) pukul 10.00 adalah agenda Pembacaan Putusan Majelis Hakim terhadap terdakwa Gus Nur (Sugi Nur Raharja). Sejak pagi kawasan jl. Arjuno sudah disterilkan dari lalu lintas umum. Beredar di WA dengan narahubung cak djaz, #KyaiMemanggilSantri Bergerak, menjaga kehormatan NU, istighotsah & sholawatan start pukul 06.00 WIB. Ada yang menyebut 10.000 massa.

Pengamanan kawasan pengadilan terlihat mencolok, barikade kawat berduri dan mobil water cannon disiagakan di depan pintu masuk pengadilan. Bahkan ada mobil K-9 yang berisi anjing anti huru-hara, diparkir di halaman depan dalam pengadilan. Pemeriksaan kepada pengunjung pengadilan juga lebih ketat daripada hari-hari biasanya.

Simpatisan Gus Nur juga hadir, diposisikan di seberang Pengadilan pojok pom bensin. Jumlahnya lebih banyak, lebih dari 200 orang yang mayoritas berbaju muslim putih, dari beberapa elemen umat antara lain Sakerah Madura, GAMAN, Gema Pembebasan, Forum Komunikasi Ulama dan lain-lain. FPI melalui Kyai Miftah, menyatakan tidak hadir karena menghormati kesepakatan bersama Banser dan Kapolrestabes untuk tidak lagi mengunakan uniformnya saat di kawasan Pengadilan, dalam kerangka meredam tensi potensi friksi pasca pemukulan oknum Banser kepada seorang laskar FPI. Siang ini FPI juga mengirimkan nasi untuk konsumsi jamaah simpatisan Gus Nur sebanyak 200 buah yang hadir di Pengadilan Negeri Surabaya siang ini.

Simpatisan dan muhibbin Gus Nur sejak kedatangannya pukul 06.30 secara berangsur-angsur sampai pukul.10.15 WIB mendengarkan taushiyah dari ulama berbagai daerah diselingi lantunan shalawat asyghil. Sempat terlihat, seorang anggota polisi menyalami dan mencium tangan seorang Kyai Madura dalam kerumunan simpatisan Gus Nur, dan polisi tadi mengaku sebagai santrinya.

Memasuki pukul 09.15, mobil komando dari pendukung KH. Ma’ruf Syah sebagai pelapor Gus Nur, juga melantunkan shalawat asyghil sampai pukul 09.35 dan ditutup dengan doa. Gus Muwafiq terlihat melintas di kubu ini.

Jika ada kesamaan antara dua kubu yang pro Gus Nur dan yang memperkarakan Gus Nur dalam amalayah membaca shalawat asyghil secara jama’i kenapa sekarang berposisi berhadapan dalam perkara di pengadilan. Belum lagi sdanya kesamaan aqidah islamiyah, kesamaan Quran, kesamaan kiblat dan lain-lain. Apakah ada pihak ketiga yang mencoba mengadudombakan? () rif

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *