AKHIRI PENJAJAHAN PALESTINA DENGAN SOLISI HAKIKI 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

AKHIRI PENJAJAHAN PALESTINA DENGAN SOLISI HAKIKI 

Oleh : Halida Almanuaz

 (Aktivis Dakwah Muslimah DeliSerdang)

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Koalisi masyarakat melakukan unjuk rasa di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jumat (31/5/2024). Berdasarkan pantauan Kompas.com sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan anak muda telah berkumpul di lokasi sambil membawa isi tuntutan mereka yang ditulis tangan. Suara dan dukungan mereka terhadap Palestina ini ada yang ditulis dalam bahasa Inggris. Misalnya, “LPDP boycott Ivy League”, “The United States Govt is complicit responsible for genocide”, “stop bombing civilian you moron!”. Beberapa koalisi masyarakat yang tergabung dalam unjuk rasa hari ini antara lain, KontraS, Greenpeace, dan YLBHI.

 

Gabung Kompas.com+ “Free free Palestine. Free Free Palestine,” seru massa dari seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat. Poster-poster bertuliskan “All eyes on Rafah” ditempel di beton pembatas jalan yang sudah dipasangi kawat berduri. Begitu pun dengan foto poster Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan mata tertutup. “From the river to the sea. Palestine will be free,” kata massa menyampaikan suara mereka. Selain menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Palestina. Massa juga menyerukan agar Amerika Serikat berhenti memasok senjata ke Israel.

 

Pembelaan terhadap Palestina terus menggaung. Aksi bela Palestina tidak hanya terjadi di negeri-negeri muslim, Di berbagai negeri Barat sekalipun.

Di tengah masyarakat Barat yang cenderung individualistis, penderitaan rakyat Palestina mampu membangkitkan rasa kemanusiaan. Aksi boikot produk Zionis pun tidak hanya terjadi di negeri-negeri muslim saja masyarakat Barat juga melakukan hal yang sama. Tentu saja, aksi ini berdampak positif. Akan tetapi, apakah Yahudi Zionis berhenti melakukan genosida terhadap Palestina?

 

Siapa pun tentu tidak lupa dengan sejarah kelam pendudukan Yahudi di tanah Palestina. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berani mengambil sikap. Ini bukan tentang perkara kaum muslim Palestina semata, sebab sejarah Palestina sangat lekat dengan kaum muslim.

 

Sebagai sesama saudara seiman, enggak layak rasanya kita berdiam diri menyaksikan kebiadaban Yahudi. Kegigihan rakyat Palestina mempertahankan tanahnya pun tidak lepas dari keimanan mereka. Mereka enggak ikhlas memberikan tanah tersebut kepada bangsa Yahudi, meski hanya sejengkal.

 

Setidaknya ada tiga alasan mengapa kaum muslim harus membela Palestina. Pertama, Palestina adalah kiblat pertama umat Islam. Kedua, Palestina adalah tempat Rasulullah saw. melakukan Isra Mikraj. Ketiga, tanah Palestina adalah tanah yang ditaklukkan oleh pasukan kaum muslim pada masa Khalifah Umar bin Khaththab hingga menjadi milik umat Islam.

 

Mendukung jihad umat Islam di Palestina tentu perkara wajib bagi kita. Masalahnya, hari ini kaum muslim tidak dapat berbuat banyak karena terpenjara dalam batas-batas nasionalisme Inilah yang kerap menjadi alasan bagi sebagian pihak sehingga menganggap masalah Palestina sebagai masalah internal sebuah negeri. Yahudi tidak akan berhenti membombardir rakyat Palestina, meski sejuta kali bertemu di meja perundingan. Dan tidak ada ketakutan pada diri orang Yahudi selama umat Islam tidak bersatu di bawah satu pemimpin.

 

Mengamati masalah Palestina kaum muslim seharusnya memahami bahwa banyaknya tentara yang tersebar di berbagai negeri muslim sama sekali tidak menggentarkan Yahudi. Peralatan militer yang canggih, serta tank-tank tangguh yang kaum muslim miliki sama sekali tidak bergerak dari baraknya untuk menggempur Yahudi. Kaum muslim Palestina seolah sendiri, sementara muslim lainnya hanya diam menyaksikan saudara mereka dibantai.

 

Sesungguhnya, Rasulullah saw. menggambarkan persaudaraan kaum muslim itu laksana satu tubuh. Ketika satu bagian tubuh merasakan sakit, bagian lainnya pun akan merasakan sakit. Menyedihkannya, alih-alih mengirimkan tentara untuk memerangi Yahudi, para pemimpin negeri muslim hanya bisa mengirim kutukan.

 

Solusi tuntas hanya dengan Jihad

 

Pembebasan Palestina hanya bisa dilakukan dengan jihad fi sabilillah. Siapa orangnya yang masih waras akan melihat kemustahilan mengakhiri penjajahan zionis Yahudi lewat jalur politik. Karena dengan perundingan yang dilakukan oleh negara-negara Barat, termasuk PBB, dengan otoritas Palestina dan kaum Yahudi penjajah tidak memberikan keuntungan bagi warga Palestina. Palestina makin terus dicaplok oleh kaum zionis, sedangkan dunia hanya bisa diam.

 

Dan islam telah mengharamkan berdamai dan bersahabat dengan orang Yahudi yang jelas memerangi kaum muslim.

 

إِنَّمَا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَٰتَلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَأَخۡرَجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ وَظَٰهَرُواْ عَلَىٰٓ إِخۡرَاجِكُمۡ أَن تَوَلَّوۡهُمۡۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمۡ فَأُوْلَٰئِكَ هُمُ ٱلظَّلِمُونَ

 

“Sungguh Allah telah melarang kalian menjadikan sebagai kawan kalian orang-orang yang memerangi kalian karena agama, mengusir kalian dari negeri kalian, dan membantu (orang lain) untuk mengusir kalian. Siapa saja yang menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah kaum yang zalim.” (TQS Al-Mumtahanah [60]: 9).

 

Dan Islam telah mewajibkan jihad fi sabilillah atas kaum muslim ketika mereka diperangi.Tidak ada solusi hakiki bagi Palestina dan kaum muslim yang tertindas selain hadirnya seorang pemimpin yang akan melindungi kaum muslim dari penjajahan, penganiayaan, penyiksaan, dan kezaliman yang dibuat oleh musuh-musuh. Terlihat jelas, bahwa negeri-negeri Islam seakan tidak berdaya untuk melawan kafir Barat. Supaya seimbang maka umat dan negeri-negeri Islam harus bersatu dalam satu kekuatan, satu ikatan, dan satu kepemimpinan dalam naungan satu negara, yakni Khilafah.

 

Oleh karenanya mari teruslah menyuarakan kebenaran Islam dan mengingatkan tentara muslim untuk maju ke garda terdepan membebaskan muslim Palestina, menyucikan Masjidilaqsa, dan menyelamatkan seluruh umat dengan tegaknya syariat kaffah dalam institusi khilafah menjadi solusi tuntas bagi Palestina dengan melakukan Jihad. Allahuakbar…

Wallahu alam bis shawwab

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *