Berbahagialah Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

Oleh : Anita (Aktivis Muslimah dari Pamekasan)

Marhaban Yaa Ramadhan. Alhamdulillah kita semua umat muslim di seluruh negara saat ini sedang menyambut datangnya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana diwajibkan bagi orang-orang yang beriman untuk menjalankan salah satu rukun islam yaitu berpuasa. Ramadhan merupakan bulan mulia karena mengandung perintah Allah dan seruan Rasulullah untuk berpuasa wajib sebulan penuh bagi seluruh umat Islam yang telah dewasa (baligh) dan tidak memiliki uzur untuk menunaikannya.

Pada bulan ini juga wahyu Allah yang berupa ayat-ayat Alquran diturunkan ke muka bumi. Keutamaan Ramadhan lainnya ialah terdapat Lailatul Qadr di dalamnya, yakni satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka, bergembiralah kita sebagai umat muslim dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ini. Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, namun juga menahan segala hawa nafsu, baik itu amarah, dengki, hasud, atau lainnya.
Namun akhir-akhir ini, kegembiraan menyambut Ramadhan yang dilakukan oleh sebagian besar umat muslim hanya sebatas pencitraan diri agar dipandang tetangga dan orang lain. Banyak sekali orang yang mengaku beragama islam, justru merasa sesak dengan hadirnya Ramadhan yang mewajibkan umat muslim untuk berpuasa sebulan penuh.

Karena Ramadhan dianggap sebagai belenggu bagi kebebasan seseorang. Belenggu yang dimaksud misalnya mereka dilarang untuk makan, minum, dan tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya.

Seharusnya kita memikirkan bagaimana agar meraih sukses ibadah puasa selama Ramadhan. Ibadah puasa tidak seperti ibadah wajib lainnya yang dapat dilihat bahkan diukur atau dinilai secara kasat mata. Ibadah puasa adalah ibadah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan orang yang melakukannya. Amal ibadah puasa akan langsung dinilai oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Nabi Muhammad SAW selalu mempersiapkan diri dengan berbagai amalan saat menyambut datangnya bulan Ramadhan. Amalan yang dilakukan adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas shalat, memperbanyak membaca Alquran, dan memperbanyak sedekah.

Bulan ramadhan kita tahun ini, sedikit berbeda dari bulan ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Karena bulan ramadhan kali ini, negeri kita sedang dilanda wabah covid 19. Namun jika dalam diri kita tertanam keyakinan akan perintah Allah, sekalipun wabah covid 19 masih merajalela di bumi, orang yang mempunyai iman yang teguh dan kuat akan bertekad untuk senantiasa istikamah untuk beramal dan melaksanakan perintah Allah SWT demi meraih keberkahan Ramadhan. Justru suasana Ramadhan di tengah wabah ini harusnya menjadi momen untuk kita dapat menempa kesabaran dalam menghadapi segala ujian dan hambatan. Perbaiki kuantitas dan kualitas shalat kita, perbanyak membaca Alquran, perbanyak sedekah, perbanyak menuntut ilmu mengkaji Islam lebih baik lagi, dan berdakwah menegakkan syariat Allah.

Saat pandemi ini, waktu kita banyak berada di rumah, tidak berarti kita terbatas untuk melakukan berbagai amal saleh. Waktu yang dimiliki dapat kita gunakan untuk kualitas diri, seperti muhasabah diri dan lebih dekat dengan keluarga yaitu dapat membaca Alquran bersama dan mengkajinya secara rutin yang dapat dilakukan untuk menjalin kedekatan di antara anggota keluarga.

Dakwah Islam untuk menyeru kepada penegakan syariat Islam secara kaffah harus tetap di sampaikan, sekalipun kita tetap berada di rumah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menyebarluaskan dakwah kita. Dengan syariat, semua amal di bulan Ramadhan menjadi lebih bermakna dan penuh hikmah. Sebaliknya, tanpa adanya keterikatan diri kita pada syariat Islam semua akan berlalu dengan sia-sia.

Momen Ramadhan adalah momen untuk menempa diri dan berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala. Dengan adanya musibah wabah ini, tidak akan merubah diri kita untuk ber istikamah dalam melakukan ibadah Ramadhan. Di saat ada musibah yang menimpa hampir di seluruh penjuru dunia ini, terdapat hikmah yaitu fakta bahwa betapa lemahnya manusia, manusia tidak ada apa-apanya, kecanggihan IPTEK belum bisa menundukkan makhluk ciptaan Allah. Hal ini membuktikan bahwa kemajuan IPTEK yang berasal dari akal manusia tidak bisa di andalkan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan manusia.

Marilah kita senatiasa selalu istighfar dan bertobat, semoga momen Ramadhan dapat kita gunakan untuk menunjukkan kesungguhan upaya kita dalam perjuangan penegakan Islam. Karena di balik wabah terdapat peringatan yang di sampaikan oleh Allah SWT atas kemaksiatan yang telah dilakukan manusia baik secara individu ataupun yang secara bersama-sama. Hal tersebut terjadi karena tidak diterapkannya syariat kaffah sebagai sistem yang mengatur kehidupan.
Marhaban Yaa Ramadhan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *