Bentrokan Israel dan Palestina hingga Tewaskan Jurnalis ?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Neng Erlita N. (Pontianak-Kalbar)

 

Seorang Jurnalis Palestina-Amerika di tembak mati jelang terjadinya bentrokan antara Israel dan Palestina, serangan tentara Israel di kota Jenin, Tepi Barat, pada Rabu pagi, dengan Israel dan Palestina saling tuding bertanggung jawab (kalbarterkini.pikiran-rakyat.com, 12/05/2022).

Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina dan saksi Palestina, termasuk wartawan lainnya, menuduh pasukan Israel yang menyerbu kota itu melepaskan tembakan yang menewaskan Abu Akleh. Pemerintah Israel, bagaimanapun, mengatakan bahwa orang-orang Palestina bersenjata kemungkinan secara keliru menembak dan membunuhnya.

Jika dihitung sejak pendudukan Israel sekaligus pendirian Negara Yahudi itu di Palestina pada tahun 1948 hingga hari ini, maka Tragedi Palestina sudah berumur lebih dari 70 tahun. Selama itu pula sudah tak terhitung korban di pihak rakyat Palestina oleh kebiadaban Yahudi tersebut. Kekejaman demi kekejaman yang dilakukan oleh Yahudi terhadap rakyat Palestina seolah tak pernah akan berhenti, terus berulang dari waktu ke waktu.

Anehnya, setiap kali muncul kasus kebiadaban Yahudi-Israel terhadap rakyat Palestina, hal itu sekadar dianggap sebagai masalah kemanusiaan. Apalagi jika yang menjadi korban tidak hanya pihak muslim, tetapi juga nonmuslim, sebagaimana dalam kasus jurnalis Abu Akleh ini. Jika saja kita mau cermati fakta sebelumnya, apa yang dilakukan Israel bukanlah hal yang aneh, bisa dibilang begitulah wajah dan karakter negara penjajah sadis tersebut. Sedikit contoh yang dikecam dunia waktu itu adalah penyerangan pasukan Israel terhadap para relawan di Kapal Marvi Marmara, satu dari enam kapal Armada Kebebasan (Freedom Flotilla), yang menewaskan puluhan relawan (31/5/2010).

Kita harus menyadari, saat kita memandang isu Palestina bukan lagi sebagai masalah akidah/agama, dan semata-mata masalah kemanusiaan, kita sesungguhnya sudah menjadi korban manipulasi opini yang dikembangkan Barat penjajah. Sebabnya jelas, Barat imperialis selalu berusaha menggeser isu Palestina semata-mata sebagai masalah kemanusiaan, bukan masalah agama.

Pasalnya, musuh-musuh Islam itu amat paham, sekali kaum muslim mengaitkan isu Palestina dengan masalah agama (Islam), mereka akan dengan mudah menyuarakan jihad (perang) melawan institusi Yahudi penjajah Palestina itu. Inilah yang tentu amat ditakuti sang agresor dan “induk semangnya”, yakni Barat imperialis.

Wallahua’lam bishawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.