Bencana Adalah Ketetapan Allah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Ummu Chintya

 

Bencana dan musibah datang bertubi-tubi di awal tahun 2021 menambah panjang derita di masa pandemi. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 1-16 januari 2021 telah terjadi 136 bencana alam di indonesia, bencana alam yang terjadi di antaranya yaitu banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian ,puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian dan gelombang pasang 2 kejadian.

Ratusan bencana alam itu mengakibatkan 80 korban jiwa, 858 orang luka-luka dan 405.584 orang terdampak dan mengungsi (tirto.id 18/1/2021). Bencana di atas belum termasuk musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Sj-182 di Perairan Kepulauan Seribu pada tanggal 9/1/2021 lalu.

Bencana adalah ketetapan Allah yang harus di pahami seorang muslim yang harus di sikapi dengan hati yang sabar dan ikhlas terhadap segala kehendaknya bagi siapa saja yang terkena musibah dan ia bersabar,maka musibah itu akan menjadi penghapus dosa baginya.

“Musibah yang menimpa seorang muslim melainkan allah akan menghapus (dosa) orang itu dengannya bahkan duri yang menyakitinya sekali pun.”(H.R.AL-Bukhari)

Jika kita perhatikan di balik itu semua, ternyata ada hal-hal di luar Qadha Allah SWT yang diduga kuat menjadi penyebab datangnya bencana yaitu dosa dan kemaksiatan manusia kepada Allah swt. Sebagai mana firman Allah “Telah tampak kerusakan di darat dan laut yang di sebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (kejalan yang benar). ”  (Q.S.ar-rum ayat 41)

Lihatlah bagaimana Sistem Kapitalisme Sekuler bekerja, sistem yang seolah indah yang melegalkan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA), sistem ini juga yang memassifkan alih fungsi lahan dan pembangunan infrastruktur demi memperlancar investasi. Semua dilakukan dengan dalih mengejar pertumbuhan ekonomi yang akan menghantarkan pada kesejahteraan rakyat.

Namun sungguh sayang seribu sayang, jangankan kesejahteraan. Penerapan sistem yang melegalkan hegemoni asing ini justru mem buat masyarakat semakin menderita. Bencana alam ini bukan satu – satunya problem yang lahir dari sistem ini. Telah banyak sederet problem umat, seperti kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, kesehatan, pendidikan hingga masalah sosial. Semua menumpuk menjadi PR yang tidak pernah terselesaikan.

Beginilah akibatnya kalau mencampakan aturan Allah yaitu syari’at islam. Syari’at Islam mengajarkan langkah apa yang pertama di lakukan ketika menghadapi musibah atau bencana adalah dengan bertobat. Dan memang musibah terbesar negeri ini adalah mencampakan hukum-hukum Allah. Maka umat harus bersatu dan berjuang agar syari’at islam bisa kembali di terapkan secara kaffah dalam segala aspek kehidupan.

Wallahu’alam Bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.