Belajar Islam, Emang Penting?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Ditianisya Syarif (Pelajar SMP Negeri 8 Kota Bandung)

 

Sepenting apasih belajar tentang Islam ? Penting pake banget. Karena, kalau kita tidak berpegang teguh dengan Islam kita akan sesat dan kehilangan arah. Kita harus paham mana yang wajib, haram, makruh dan mubah. Jangan sampai kolom agama dalam KTP saja yang bertuliskan Islam, tapi tidak peduli dengan kitab pendoman hidupnya. Padahal Allah menjamin jika beriman kepada Kitab Suci Al Quran akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Yuk sama-sama, kita coba buka Al Quran lihat firman Allah Q.S. Al-An’am ayat 116-117, yang artinya :

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Jadikan dalam memahami Islam sebagai kebutuhan, tidak untuk dipuji dan dipuja agar terlihat pintar serta berwawasan. Niatkan belajar Islam untuk hidup, dan hidup untuk Islam. Karena dalam menjalani hidup kita harus beramal yang kita ketahui juga ilmunya. Jadi jangan sampai kita memisahkan agama dari kehidupan, hal ini disebut sekuler. Pemikirian sekuler membuat kita memahami asal kita dari Pencipta namun hidup di dunian tidak ingin sepenuhnya di atur oleh hukum dari Pencipta, padahal hisab menanti kita. Hisab adalah perhitungan amal kita di akhirat kelak, saat kita harus bertanggungjawab dengan seluruh amalan kita, dan akan disaksikan apakah sesuai perbuatan kita dengan apa yang Allah inginkan. Allah akan membalas kebaikan kita walau baru diniatkan saja, niat kebaikan sudah mendapat nilai dari Allah. Untuk keburukan, Allah balas ketika kita benar-benar melakukannya. Jadi saat ada niat jahat, niat kita tidak dicatat sebagai amal yang jahat. Masyaa Allah, Maha pengampun dan Maha Baik Allah Subahanahu wa ta’alaa.

Sungguh menenangkan jika kita mempelajari ilmu Islam, dan memuaskan akal pikiran saat kita mengetahui Islam bukan sekedar agama ritual belaka, Islam bukan hanya melakukan aktivitas sholat, puasa, zakat ataupun berhaji. Islam meliputi segala bidang, Islam mengatur pendidikan, mengatur ekonomi juga dan banyak bidang lainnya yang Islam punya aturannya. Karena Islam adalah pedoman kehidupan yang berasal dari Allah Subhanahu wa ta’alaa.

Mengaji Islam bukan sekedar tilawah Qur’an atau berinteraksi dengan Al Qur’an saja, saat kita ngaji itu artinya kita sedang belajar memahami Islam termasuk dalil-dalil di dalamnya. Mengkaji Islam bersifat fardhu ‘ain yang artinya tidak bisa diwakilkan. Fardhu ‘ain adalah kewajiban yang dibebankan bagi setiap individu Muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Yuk, mulailah mengkaji Islam secara keseluruhan, agar kita menjadi muslim sejati yang memahami agama kita dan bangga berislam kaffah. Barakallahu fiikum.

Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.