Be Smart Muslimah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Rizkika Rani (Aktivis Dakwah Millenial)

Di tengah suasana pandemi yang semakin hari semakin banyak kasus Positif terpapar Covid-19. Membuat kita untuk selalu menjaga kesehatan dan tentunya berada di rumah dalam jangka waktu yang belum di tentukan, walaupun kebijakan new normal life sudah di terapkan tapi kita juga harus tetap berjaga-jaga dirumah dan tidak keluar jika tak ada kepentingan.

Karena kejenuhan yang mulai menyerang apalagi kita remaja yang sering berkegiatan dirumah, mengikuti banyak organisasi lalu di suruh diam dirumah tanpa kejelasan. Membuat perasaan jenuh dan bosan karena kegiatan kegiatan itu sekarang hanya menjadi rebahan sambil berjelajah di sosial media. Berbicara tentang sosial media siapa sih disini yang gak kenal dengan Instagram, kalau kita sering bermain instagram pastinya kita bakal sering nemuin diberanda vidio-vidio yang ada tulisan TikTok.

TikTok sendiri adalah aplikasi pembuat vidio dengan lagu atau tulisan-tulisan didalamnya, TikTok ini buat banyak orang memainkannya dari kalangan muda sampai yang tua. Konten yang dibuatpun beragam ada masak-memasak, tutorial make-up, motivasi, sampai ada yang berjoget ria dengan pakaian yang aduhai.

Maraknya vidio TikTok yang beredar mungkin menjadi hal yang lumrah dikalangan masyarakat. Tapi, apa TikTok itu juga menjadi hal yang lumrah didalam Islam? Kok bicarain Islam padahalkan kita sedang berbicara aplikasi saja? Mungkin banyak pertanyaan seperti itu muncul di dalam diri remaja. Apakah kita lupa bahwa kita adalah seorang Muslim dengan segala sesuatu perbuatan itu terikat dengan hukum Allah yaitu antara Halal dan Haram.

TikTok sendiri dalam pandangan Islam adalah hal yang mubah dimana boleh-boleh saja dalam memainkannya. Walaupun boleh memainkannya, bukan berarti hal itu tidak bisa mendatangkan dosa dan pahala ya gess, melihat dari isi vidio tersebut yang menjadi timbangan apa hal itu mendatangkan pahala ataukah dosa.

Jika konten yang dibuat diperuntukkan untuk mengenalkan Islam, memotivasi orang agar menjadi lebih baik lagi, menyebarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat itu akan menjadi ladang pahala. Tapi sebaliknya jika konten yang dibuat hanya bertujuan memperlihatkan lekuk tubuh kita sebagai wanita, tidak menggunakan hijab, bahkan ada memposting pegangan tangan dengan yang bukan mahram bukankah hal itu mendatangkan dosa bagi mereka.

Dan perilaku seperti itu adalah perilaku yang mendekati zina bukan hanya mendekati mungkin saja melakukan zina, Allah sudah memperingatkan kita agar tidak melakukan zina bukan melakukan saja mendekati saja dudah tak boleh seperti yang dikatakan dalam Al-Quran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 32)

Duh ngeri ya, belum lagi para Muslimah yang berjoget ria di hadapan kamera dengan percaya diri tanpa menutup aurat, Allah sudah mengatakan bahwa sehelai rambut wanita yang dilihat pria itu dapat menghantarkan mereka kedalam neraka. Naudzubillah mindzalik

Yang perlu kita tahu, kenapa hal seperti itu dapat terjadi di tengah remaja saat ini dimana mereka adalah generasi-generasi emas yang tidak boleh merasa bodoh amat akan hal disekitarnya apalagi menyangkut akhirat. Hal ini dikarenakan buah sistem Sekuler dimana agama dipisahkan dari kehidupan, sekuler ini ditancapkan di benak remaja Muslim agar mereka dapat hidup bebas sebebasnya tanpa ada aturan agama yang mengikat mereka. Tapi apakah mereka tidak berpikir kembali untuk apa mereka diciptakan di muka bumi ini oleh Allah? Apa hanya untuk bersenang-senang saja? Bukan untuk hal itu kita diciptakan melainkan untuk beribadah kepada Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Sudah jelas bahwa tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah kepadanya, lalu apa yang membuat kita ragu dengan Al-Qur’an didalamnya adalah sebuah aturan yang ditujukan untuk manusia agar mereka tak tersesat di Bumi sebelum akhirnya kembali kepada Sang Pencipta. Wallahu a’am bishawab

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.