Bangga Berbuat Zina, Padahal Hina di Mata Allah

Oleh: M. Azzam Al Fatih

Kembali kita dibuat nyesek, terpaku, dan hanya geleng – geleng kepala oleh sebuah media online sorot Gunungkidul. Kurang lebih 3 hari belakangan ini, kita disajikan informasi tentang tindak asusila yang melampaui batas kewarasan manusia. Di antaranya berita tentang kaburnya dua tahanan wanita seusai menjalani sidang di pengadilan negeri. Tragisnya, kaburnya dua tahanan tersebut disebabkan oleh petugasnya sendiri. Bukanya diamankan, eeee, malah digelandang ke losmen yang rencananya mau wiiik..wiiik. tapi naas dua tahanan berontak yang kemudian satu tahanan kabur entah kemana. Yang akhirnya kasus ini menjadi perhatian serius pihak instansi terkait.

Di tempat lain namun masih satu daerah juga terjadi kasus yang hampir sama. Diberitakan bahwa seorang perangkat desa diduga telah menggauli gadis yang masih tetangganya sendiri sampai melahirkan sijabang bayi. Ironisnya sipelaku mengelak kalau sibayi tersebut merupakan anak dari hubungan spesial. Padahal sipelaku mengakui telah berbuat layaknya suami istri sampai berulang kali. Hadeech, kok bisa mengakui perbuatannya namun tak mengakui hasil perbuatannya, kan aneh.

Hemmm, ternyata dibalik boomingnya obyek wisata juga menyimpan boomingnya kasus asusila. Hanya berselang hari kasus asusila menghiasi media informasi terkenal. Yang bikin memalukan, sipelaku sama – sama pelayan masyarakat. Wuiiiiih, biasanya pelayan masyarakat itu memperhatikan dan memberikan segenap yang dia punyai. Tapi anehnya malah menyengsarakan rakyatnya, memanfaatkan dalam kesempitan untuk memuaskan hawa nafsunya. Haduuuuh.

Ironisnya, para pelaku yang notabenenya pejabat ini tidak punya rasa malu sedikitpun, kalau orang Jawa bilang RAi gedhek. Bagaimana tidak, mengakui perbuatan dengan senangnya tanpa merasa bersalah. padahal jelas apa yang dilakukanya sesuatu yang dianggap salah dan buruk di mata umum.

Sebenarnya apa yang mereka lakukan merupakan perbuatan hina. Sebab perbuatan tersebut di mata masyarakat umum selalu dicemooh, dinyinyirin, dan pelaku dianggap buruk akhlaqnya. Dan biasanya orang yang melakukan perbuatan dihukum dengan cara diarak keliling kampung dan menjadi tontonan masyarakat. Apalagi jika kalau pelakunya merupakan pejabat bisa lebih dari itu, ndroo.

Apalagi jika dipandang dari sudut islam, sungguh terhina sekali. Seorang pelaku akan hukum dengan cara dicambuk bagi pelaku yang belum menikah. Dan disaksikan khalayak umum dengan harapan malu dan tidak mengulangi lagi. Begitu juga yang menyaksikan, akan mengambil ibrohnya dari hukuman yang diakibatkan perbuatan zina. Sehingga ia pun takut untuk melakukannya. Kemudian bagi pelaku yang sudah menikah akan diberlakukan hukuman rajam. Yaitu pelaku ditanam dan tinggal kepalanya saja yang kelihatan . Kemudian setiap orang akan melemparinya dengan batu yang sudah disediakan. Terus dan terus sampai sipelaku meninggal dunia.
Sudah dipastikan barangsiapa yang menyaksikan hukuman tersebut akan takut melakukan perbuatan zina. Karena bener – bener sipelaku terhina.

Dengan diterapkannya syariat Islam, orang akan berfikir untuk melakukan perbuatan zina. Takut akan kehianaan serta beratnya hukuman. Di sinilah letak keistimewaan syariat Islam jika diterapkan akan menjaga manusia dari kehianaan dan perbuatan dosa. Serta akan menciptakan suatu tatanan kehidupan yang baik. Baik di mata manusia dan baik di hadapan Allah SWT.

Namun tatanan kehidupan islami tidaklah terwujud selama sistemnya bukan dari sistem Islam, Terutama sistem demokrasi. Sebab sistem ini mempunyai kepentingan untuk menjajah negeri -negeri muslim. Yang selalu membuat hukum sesuai kepentingannya. Maka hal yang mustahil ketika hukum Islam ditegakkan dalam sistem penjajah, dikarenakan akan mengganggu eksistensinya untuk menjajah.

Oleh sebabnya, jika menginginkan kehidupan yang baik. Wajiblah untuk memperjuangkan sistem Islam yang tak lain adalah Daulah Khilafah Islamiyyah. supaya tegak untuk mewujudkan kehidupan yang baik dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *