Balada Pak Tua Di Suatu Negeri

Oleh : Ummu Yaya

Kala terik surya sangar menggigit kulit.
Kulihat engkau disana.
Tertatih mengorek setiap
Onggokan sampah.

Raga yang hanya kulit membungkus tulang.
Kulit yang legam karena terbakar matahari, terus membungkuk mencari “sesuatu”.

Lalu tampak olehku
Seorang wanita, ,keluar dari rumah megah di seberang jalan,
Membawa bungkusan besar yang langsung di masukkan ke dalam bak sampah besar depan rumah megah itu.

Sekejap pak tua, membongkar isi bungkusan.
Lalu tampak wajah sumringah disana.
Pak tua menemukan sebungkus nasi sisa dari rumah megah itu.
Lalu….
Sebungkus nasi sisa bekas lahap disantapnya.

Seketika leherku tercekik.
Ragaku bergetar.
Hingga tak sadar, setitik air jatuh membasahi pipi.

Ya Rabb…
Disaat semua berdiam di dalam rumah.
Disaat semua berlindung dari serangan virus.
Namun pak tua, tak peduli akan semua itu…

Dalam benaknya hanya bagaiman ia dapat mengumpulkan botol plastik untuk menjadi rupiah demi menghidupi keluarga di rumah.

Pak tua, tak paham akan virus. Tak kenal kata corona.

Buatnya kena virus ataupun tidak hidupnya tetaplah seperti itu.

Ya Rabb…
Kepada siapa gerangan pak tua hendak mengadu ??

Kepada penguasa negerinyakah ???
Kepada mereka yang mengaku wakil rakyatkah ??

Kepada siapa ya Rabb ????

Sungguh hanya padaMu ia mengadukan hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *