Badai Corona Kian Mengganas. Malapetaka Hidup di Sistem Kapitalisme

Oleh : Isma Adwa KhairaMahasiswi di Pasuruan

Pandemi Virus Corona yang mulai meluas di seluruh wilayah Indonesia kini semakin menggila. Per 3 Juni 2020, Achmad Yulianto selaku Juru Bicara Penanganan Covid-19 mengupdate jumlah data terbaru yaitu kasus positif sebanyak 28.233 kasus, 8.406 kasus sembuh dan 1.698 kasus meninggal. (CNN Indonesia)

Salah satu wilayah di Indonesia kini menjadi sorotan karena menjadi penyumbang terbesar meningkatnya kasus Covid-19. Peningkatan wabah yang mengganas di Surabaya menjadikan wilayah di Jawa Timur ini menjadi daerah zona hitam yang berbahaya. Di beritakan bahwa 74 perawat terpapar virus corona. Per 2 Juni 2020 positif corona di Surabaya mencapai 3.083 kasus. Dengan jumlah sembuh 240 kasus serta jumlah meninggal hingga 246 kasus. (Kompastv) 1,75 % anak balita terjangkit virus corona dari total kasus di Jawa Timur.

Adanya lonjakan kasus yang semakin menggila ternyata tidak dibarengi dengan kebijakan pemerintah yang solutif. Jargon damai dengan corona di usung oleh pemerintah sementara lonjakan kasus terus bertambah dari hari ke hari. New Normal Life menjadi salah satu diantara solusi amburadul penguasa menghadapai badai corona.

Ketidaksiapan pemerintah dalam menangani badai corona menjadi malapetaka bagi rakyat. Karena hal ini akan membuat nyawa rakyat melayang sia-sia. Parahnya lagi, pemerintah lebih ketakutan ekonomi lesu hingga mencanangkan tambahan utang luar negeri yang gila-gilaan. Sementara rakyat diminta untuk menjalankan tatanan kehidupan normal yang baru yang justru semakin mengancam nyawa rakyat.

Hal ini terjadi semata karena pemerintahan Indonesia menerapkan sistem kapitalisme yang berdiri atas asas materialisme, yang poros utamanya adalah ekonomi. Sehingga wajar bila pemerintah tidak akan maksimal dalam memenuhi kesejahteraan rakyat. Banyak kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan hanya memihak pada para pemilik modal dan abai terhadap rakyatnya. Ini adalah ciri bahwa sebuah negara menerapkan Sistem Kapitalisme.

Tidak dipungkiri bahwa sistem kapitalisme tidak akan membawa unsur agama didalam kehidupan. Karena agama tidak boleh mengatur kehidupan. Meskipun Indonesia adalah negara mayoritas muslim terbesar di seluruh dunia. Dimana Islam telah memberikan solusi tuntas terhadap permasalahan wabah ini.

Islam telah memberikan contoh dan cara bagaimana negara mampu menghadapi badai wabah. Rasulullah Saw. juga pernah memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar. Beliau bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” (HR al-Bukhari).

Ini adalah salah satu solusi yang seharusnya pemerintah lakukan disaat wabah menyerang. Yaitu dengan mengambil kebijakan lockdown atau mengkarantin agar wabah tidak semakin mengganas. Bukannya mengambil kebijakan berdamai dengan wabah dan membiarkan aktifitas biasa berjalan, mall yang berjubel hingga bandara yang terbuka menjadi pintu penyebaran virus. Wajar bila kita dapati para praktisi kesehatan telah merasa putus asa karena kasus yang terus bertambah serta kebijakan penguasa yang tidak pro dengan mereka.

Ingatlah bahwa perkara nyawa dalam Islam adalah sesuatu yang sangat berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR Nasai & Turmudzi).

Sayangnya, kita tidak akan mendapati pemimpin yang benar-benar menjadi pelindung nyawa rakyat serta kesejahteraan mereka bila sistem yang diterapkan masihlah sistem kufur buatan manusia. Sudah menjadi keharusan untuk seluruh kaum muslim kembali kepada fitrah mereka dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah sebagai aturan kehidupan dalam bingkai kekhilafahan. Sehingga wabah akan lekas berakhir dan Rahmat akan diperoleh bagi seluruh alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *