Antusias Vaksin Tinggi, Terhalang Sistem Kapitalis

Oleh Apt. Dian Budiarti, S.Farm

 

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah Kabupaten Bandung mengadakan acara gebyar vaksinasi Covid-19 bekerjasama dengan Kejari Kabupaten Bandung, dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-61. Sebanyak 500 peserta, terdiri dari para karyawan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung dan Transmart Buahbatu, serta warga Desa Cipagalo Kecamatan Bojongsoang, mendapat vaksinasi. Dikutip dari Galajabar.com (15/07/2021).

Antusiasme warga untuk divaksin, menurut Kang DS (Dadang Supriatna) saat ini sangat tinggi. Karena tentu semua pihak ingin herd immunity (kekebalan kelompok) segera terbentuk, agar kehidupan normal bisa berjalan kembali.

“Namun untuk penyediaan vaksinnya, saya mohon pusat segera distribusikan,” harap Kang DS. Seperti dikutip dalam Galajabar.com (15/07/2021).

Hal ini membuktikan bahwa telah tumbuh kepercayaan masyarakat untuk menerima vaksin. Terkait dengan vaksinasi Covid-19 sendiri, Kabupaten Bandung masih tertinggal. Sejauh ini, baru ada 300 ribuan orang yang divaksin, dari target 2,4 juta jiwa. Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengakui, vaksinasi di Kabupaten Bandung hingga saat ini baru mencapai sekitar 300 ribu atau masih tersisa sekitar 2,1 juta sasaran.

“Target kita itu akhir Desember 2021 atau awal Januari 2022, 80 persen penduduk selesai menerima vaksin. Dari total 3,6 juta penduduk Kabupaten Bandung, berarti sekitar 2,8 juta orang. Jika dihitung usia 18 tahun ke atas, berarti sekitar 2,4 juta orang ditargetkan selesai mendapatkan vaksin,” beber Dadang, Jumat, 16 Juli 2021. Seperti dikutip dalam Galamedianews.com (16/7/2021).

Pada pelaksanaannya, vaksinasi di Kabupaten Bandung mendapat sejumlah kendala. Ada tiga poin penting bagaimana vaksinasi bisa dilaksanakan, yaitu tenaga vaksinator, sasaran vaksinasi dan vaksin itu sendiri. Ketiadaan salah satunya, menyebabkan kegiatan vaksinasi tidak dapat dilakukan.

“Dua poin sudah ada, nakes dan sasarannya. Kemarin kita baru menerima sekitar 2 ribu vial vaksin, itu berarti untuk 20 ribu sasaran. Kalau 80 persen harus selesai akhir tahun, diperkirakan kita butuh 31 ribu vaksinasi per harinya,” terang Bupati Kabupaten Bandung seperti dikutip dalam Galamedianews.com (16/7/2021).

Dadang mengaku telah melayangkan surat kepada Kementerian Kesehatan, juga meminta bantuan secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Semakin banyaknya korban dari Covid-19 ini membuka mata masyarakat terkait pentingnya vaksinasi, menyebabkan antusias mereka untuk mendapatkan vaksin semakin tinggi. Tetapi sayangnya antusiasme masyarakat ini tidak dibarengi dengan kesiapan negara dalam menyiapkan vaksin.

Di tengah antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin, justru pemerintah membuat kebijakan kontroversial terkait dengan vaksin berbayar. Meski akhirnya kebijakan ini ditunda.

Seharusnya pemerintah bisa fokus dalam penanganan pandemi dengan secara fokus menyediakan vaksin untuk setiap warga negara. Proyek-proyek bisa dihentikan terlebih dahulu dan pembiayaan untuk vaksin bisa diprioritaskan, karena ini berhubungan dengan nyawa warga negara. Hal ini dimaksudkan agar vaksin bisa tersedia secara merata, jika hal ini sudah terjadi maka, rakyat bisa mengaksesnya dengan mudah dan berdampak pada penekanan kasus infeksi itu sendiri sampai lambat laun pandemi ini bisa menghilang.

Seharusnya negara bisa menjamin dan memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh vaksin yang aman serta bermutu. Bukan justru melakukan bisnis dengan rakyatnya sendiri dengan cara menjual vaksin. Vaksinasi adalah solusi komunal bukan individual, maka sudah seharusnya negara menjamin seluruh warga negara difasilitasi untuk mendapatkan vaksin tersebut.

Begitulah negara dengan penerapan sistem kapitalis, yang hanya menilai rakyat dan aturan yang dibuatnya haruslah dapat memberikan keuntungan pada para pemilik modal. Maka, tak heran jika negara hanya berlaku seperti sebuah pemilik dan penyedia jasa dan melakukan transaksi dengan rakyatnya bukan dengan tujuan pelayanan pada rakyat seperti dalam sistem Islam yang memang tujuan utamanya adalah riayah untuk umat. Seantusias apapun rakyat dengan vaksinasi, jika pemerintah hanya setengah-setengah hati dalam menangani pandemi, juga hanya berfokus pada untung rugi semata, maka penyebaran Covid akan semakin tinggi.

Maka, sudah selayaknya kita berpindah dari sistem kapitalis ke sistem yang hanya memiliki visi pelayanan yang hakiki untuk rakyatnya. Yaitu, sistem Islam.
Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *