Ancaman Hallyu Wave bagi Generasi Muslim

Oleh : Dyah Astri Wandi (Aktivis Muslimah dari Probolinggo)

Fenomena tentang hal-hal yang berbau Korea (read : Hallyu Wave) saat ini menjadi bahasan paling populer ditengah-tengah masyarakat khususnya kawula muda. Melalui sejarah yang panjang, Hallyu berhasil memperkenalkan budaya Korea Selatan. Baik itu dramanya, kpopnya, makanannya, dan hal-hal lainnya. Semua menjadi hal yang sangat menarik untuk dibahas. Maka tidak heran saat ini dimana-mana banyak yang terjangkiti ‘demam kpop’, termasuk Indonesia salah satunya.

Menurut data dari Korea Tourism Organization (KTO), pada tahun 2008, jumlah pengunjung asal Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan tercatat sebanyak 80.000 dan semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan, pada tahun 2017, data tersebut sudah mencapai 230.000 pengunjung. Hal ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat Indonesia pada Korea Selatan, khususnya setelah masuknya Korean Wave ke Nusantara.

Fanatisme dan Propaganda Barat

Merebaknya fenomena Hallyu Wave di Indonesia dapat dilihat dari para girlband dan boybandnya yang mampu menghipnotis remaja Indonesia untuk menjadi fans mereka. Sehingga para remaja sampai rela menghabiskan banyak uang demi membeli berbagai accesoris yang mahal agar bisa menyerupai idola mereka. Bahkan ada pula yang fanatic, hingga mereka tidak rela kalau idolanya mempunyai pacar karena mereka lebih suka melihat idolanya menyukai sesama jenis dari pada dengan lawan jenis. Kalau sudah terlalu parah, mereka tidak lagi bisa membedakan dengan objektif mana yang benar dan mana yang salah menurut Islam, sehingga berujung pada fanatisme buta.

Secara ilmiah, fenomena kecanduan K-Pop yang berujung pada fanatisme buta ini dapat dijelaskan. Kalau ditelusuri, hal ini merupakan upaya propaganda Barat melalui industri hiburan Korea untuk menyebarkan budaya hedonisme mereka yang menargetkan remaja hingga dewasa muda di seluruh dunia sebagai konsumen sasaran mereka tak terkecuali remaja muslim.

Sebab Barat menyadari, umat Islam tak mudah untuk dikalahkan begitu saja. Maka penyerangan melalui pemikiran (ghazwul fikr) ini merupakan cara paling ampuh untuk semakin menjauhkan umat Islam pada peradaban Islam yang pernah berkuasa selama 13 abad lamanya. Sehingga degradasi keimanan merupakan hal yang terjadi pada pemuda Muslim saat ini.

Kpop telah berhasil menjadi virus di negeri ini dalam menggeser standar kebenaran dalam pola pikir pemudanya dan menjadi gelombang yang sulit di bendung di tengah-tengah masyarakat. Aqidah mereka mulai terkikis sehingga tak lagi menjadikan Rasulullah Muhammad saw. sebagai idola dan panutan mereka. Pakaian tertutup bagi muslimah tak lagi menjadi kebanggaan sebagai identitas dirinya sebagai seorang Muslim. Bahkan antar lawan jenis makin tak terjaga sebab KPop mengajarkan arti cinta dalam sebuah hubungan haram bernama pacaran.

Dengan demikian hal ini semakin mengeksiskan peradaban Barat yang semakin hari menyerang negeri-negeri Muslim tanpa henti.

Melawan Hegemoni Barat

Telah Allah janjikan dan telah Rasulullah kabarkan bahwasanya Islam akan kembali menduduki dunia sebagai peradaban agung nan mulia. Salah satu janji Allah itu tertuang dalam firmanNya :

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ * إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنصُورُونَ * وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.” (QS. Ash-Shaffat: 171-173)

Dan juga dalam hadist Rasulullah :

ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ..

“…Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih)

Maka dari itu, perlawanan terhadap hegemoni barat harus terus dilakukan, yakni dengan secara kontinyu berdakwah secara jamaah. Berupaya sekuat tenaga mengembalikan pemahaman umat Islam agar mau bersatu dalam pemikiran, perasaan, dan peraturan sesuai Islam. Dengan satu kepemimpinan yakni Khilafah Islamiyah sehingga para pemuda Muslim kembali menorehkan prestasinya juga mengenali jati dirinya dan peradaban Barat segera dicampakkan dari dunia Islam.
Wallahu’alam bisshowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *