Ancaman dibalik Internasionalisasi Layanan Kesehatan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Ummu Kembar (Anggota Komunitas Setajam Pena)

 

Seperti dilansir CNBC Indonesia (21/10/2020), Menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi jenderal (purn) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, sejumlah rumah sakit (RS) asing akan masuk ke tanah air. Mereka berasal dari Australia hingga Singapura. Hal ini di sampaikan Luhut dalam acara out look 2021 the year of opportunity yang di gelar secara virtual.

Awalnya, dia menyinggung tentang ongkos yang dikeluarkan setiap tahun untuk wisata medis yang mencapai 6-7 miliyar dolar Amerika. Ini juga terlihat dengan banyaknya orang yang berwisata medis mencapai 600.000 yang melebihi Amerika serikat yang hanya 500.000 di tahun yang sama.

Akhirnya presiden pun setuju untuk membuka internasional hospital di Bali, Jakarta, dan juga Medan. Agar rakyat bisa berobat dengan kualitas dokter dan RS yang lebih baik.” ujar Luhut. Luhut pun mengungkapkan sudah ada beberapa RS yang sudah di ajak berinvestasi, antara lain mayo clinic, John Hopkins medicine dan Anderson hospital.” Tutur Luhut.

Dengan melihat banyaknya warga yang berwisata medis ke luar negeri. Maka pemerintah Indonesia ingin menarik investasi luar negeri, penyedia lapangan pekerjaan, pembangunan industri layanan kesehatan, serta untuk menahan laju devisa agar tidak mengalir ke negara-negara yang lebih sejahtera. Hal itu dilakukan dengan cara membangun rumah sakit internasional, mendatangkan dokter asing dan pelayanan kesehatan dari asing.

Ketika rumah sakit bertaraf internasional di dirikan di negeri ini, dengan mendatangkan dokter-dokter asing, alat-alat yang cukup memadai, pelayanan yang terbaik, jelas tentu saja dengan biaya yang tidak murah, karena bertaraf internasional. Hanya orang-orang kaya saja yang dapat menjangkaunya. Lagi-lagi yang diuntungkan adalah para korporasi-korporasi asing.

Logika mendapat untung dan dapat menambah devisa, dengan meningkatkan kepercayaan terhadap RS asing di dalam negeri ini adalah jelas-jelas penyesatan terhadap cara pandang masyarakat saat ini. Jelas yang diuntungkan adalah para investor asing. Rakyat hanya sekedar menjadi penonton saja.

Ini adalah ancaman internasionalisasi layanan kesehatan, dan semakin hilangnya kendali negara terhadap kualitas layanan kesehatan asing. Tentunya hal ini akan menggerus peran SDM lokal. Rakyat dikorbankan dengan semakin mahalnya biaya kesehatan. Begitu pula standar layanannya pun belum tentu sesuai dengan mayoritas muslim yang ada di negeri ini.

Lalu bagaimana Islam dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas? Islam adalah agama rahmatan lilalamin. Islam akan senantiasa menjamin setiap warganya, mensejahterakan warganya tak terkecuali dalam hal pelayanan kesehatan. Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus terpenuhi bagi setiap warga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja yang ketika memasuki pagi hari mendapati keadaan aman kelompoknya, sehat badannya, memiliki bahan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah jadi miliknya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Negara bertanggung jawab penuh atas terwujudnya jaminan kesehatan warganya. Tentunya negara harus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, obat-obatan yang terjamin kehalalannya, dokter-dokter yang berkualitas, pembiayaan yang murah, penyelenggaraan yang sebaik mungkin agar warga tidak pergi berobat ke luar negeri atau bahkan bisa gratis. Karena imam/kholifah yang menjadi pemimpin manusia adalah laksana penggembala. Dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya. Artinya seorang pemimpin bertanggung jawab atas seluruh kepemimpinannya.

Seperti yang terjadi pada masa Rasulullah SAW ketika menjadi seorang kholifah beliau pernah mendapat hadiah seorang dokter, tetapi Rasullah justru memberikan kepada rakyatnya.

Dalam khilafah tentunya akan menolak setiap ancaman/bahaya dari asing yang akan mengancam jiwa ataupun kesejahteraan bagi warganya, termasuk di bidang kesehatan.

Wallahu a’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.