Anak-anak STM, Kalian Punya Potensi Luar Biasa

Oleh: Yuyun Rumiwati

SuaraInqilabi– Terharu, menyaksikan semangat remaja menengah atas, anak-anak STM yang terpanggil untuk turut turun jalan mengikuti kakak mahasiswanya.  Walau, akhirnya langkah mereka terhalang aparat akhirnya bubar,  sebelum terlaksana tekadnya.  Sungguh, penulis merasakan ada ruh kehidupan dari mereka. Semangat kepedulian atas nasib negeri mereka.

Betapa, di saat remaja lain terbuai dengan buaian artis idola koreanya. Bergulat dengan kepentingan individunya. Mereka hadir untuk satu yang jarang dilakukan remaja seusia mereka. Terlepas kesadaran dan gerakan yang butuh dipastikan kejelasan visi dan misinya. Tapi inilah modal perubahan. Inilah putra generasi kita.  Yang kita impikan dalam doa-doa kita “waj’alnaa lil muttaqiinaa imamaa” Yaa.. Allah jadikanlah mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.  Qs. Al-Furqon: 74).

Mereka generasi harapan kita.   Kepedulian dan keberanian, satu modal kepemimpinan umat di suatu ketika.  Di saat arus kurikulum pendidikan kapitalis yang menggiring mereka jadi para pekerja, tersibukkan dengan kepentingan individual mereka.  Namun, Allah anugerahkan mutiara-mutiara modal kebangkitan hadir di depan kita. Modal perubahan menuju peradaban yang Allah janjikan lewat lisan rasul-Nya. Peradaban gemilang di era khilafah ala minta haji nubuwah.

Ingat kah kita, bahwa di setiap era sejarah perubahan, di sana ada peram istimewa para pemuda. Betapa kutlah (kelompok) sahabat Rasulullah,  sebagai kader pondasi awal perubahan,  yang pertama kali beriman pada Rasulullah adalah pemuda.

Tengoklah, Ali bin Abu Thalib yang belia,  Mus’ab Bin Umair,  Sa’ad bin Abu Waqos,  Usman bin Affan dan sekitar 40 sahabat pemula mayoritas adalah pemuda dengan umur berkisar belasan atau kepala dua (dua puluhan). Sedang yang usia tiga puluhan lebih sedikit jumlahnya.

Dari kisah sahabat, kita belajar dan kembali bertekad. Membenahi segala ketertinggalan. Menjadikan tiap potensi pemuda berdaya untuk perubahan.  Perubahan sebagaimana para pendahulu terbaik mereka. Dialah para sahabat binaan rasulullah. Sebagaimana doa-doa kita, “shirotol lanzini ‘an’amta alaihim ghoiril magdzubi alaihim wa ladzooliin”. Jalan orang lurus yang Allah ridhai.

Dan siapa generasi terbaik yang Allah banggakan yang diumpamakan laksana bintang-bintang?,  tiada lain dan bukan,  dialah sahabat Rasulullah tercinta.

Mereka telah menjadi aktor sejarah terbaik di jamannya. Terukir dalam tinta sejarah peradaban dunia. Membekas dari generasi ke generasi sampai kita.  Mereka sungguh generasi yang dicintai penduduk bumi yang bertakwa dan dimuliakan penduduk langit yang tak teragukan ketaatannya, yaitu para malaikatnya.

Wahai pemuda, wahai ibu generasi pemuda, saatnya kita luruskan niat.  Kita kokohkan tekad untuk mempersiapkan segala potensi kita untuk Allah dan agama-Nya.

Betapa, kedzaliman penjajah beserta rezim pengikutnya telah cukup menjadi satu pelecut akal dan hati kita. Untuk segera menentukan sikap mengambil langkah dalam arus perubahan Islam.

Allah telah mulyakan posisi pemuda dengan pujian dan cintai-Nya. Betapa,  pemuda yang bertakwa lebih dicintai oleh Allah. Maka, saatnya berikan pengorbanan terbaik. Di kala potensi tenaga,  pikiran,  waktu teristimewa di masa muda masih ada. Tak harus menunggu usia mendekati senja.  Karena akhir hidup tak akan mampu kita terka. Akan kah usia senja masih menjadi milik kita? Atau justru di usia muda kita akan menghadap-Nya? Allahu a’lam bi shawab. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *