Aksi Mahasiswa, Perubahan Mendasar Bukan Personal

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Nabila Sinatrya

 

Pada Senin, 11 April 2022 aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) melakukan aksi besar-besaran di Gedung MPR/DPR RI Senayan. Koordinator lapangan dari mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil), Sadid Farhan mengatakan, aksi tersebut bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai tak bisa mengatasi masalah yang menyebabkan masyarakat hidup dengan kesulitan. (republika.co.id/08/04/2022)

Ada beberapa tuntutan yang disuarakan pada aksi tersebut, pada intinya mahasiswa menuntut agar kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat dan inkonstitusional segera dihentikan. Pergerakan mahasiswa patut diapresiasi karena telah menunjukkan taringnya sebagai agent of change, berani untuk kritis menyuarakan masalah yang terjadi pada negeri ini. Namun masih disayangkan Ketika mereka hanya menuntut penundaan pemilu hingga revisi kebijakan Ibu Kota Negara Baru (IKN). Juga masih berkutat pada keinginan pergantian rezim, mereka masih menginginkan kebijakan dari Undang-Undang Sistem Demokrasi direvisi.

Belajar dari Reformasi 1998 silam, perjuangan melengserkan Presiden yang berkuasa selama 32 tahun, terjadi pembungkaman, penculikan aktivis, serta krisis moneter 1998. Mahasiswa bergerak menuntut perubahan dan puncaknya Soeharto mengundurkan diri dari jabatan Presiden RI. (muslimahnews.net/13/04/2022). Begitu pula terjadi protes besar-besaran di berbagai negara Arab diakhir 2010 atau dikenal dengan Arab Spring. Karena maraknya korupsi, kolusi, dan Nepotisme (KKN), krisis ekonomi, dan kesewenang-wenangan penguasa.

Penumbangan rezim zalim tak sedikitpun meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tetap saja melahirkan kebijakan penguasa yang pro elit dan oligarki. Mahasiswa harusnya memahami dan menyadari bahwa akar persoalan yang menyebabkan karut marut permasalahan di negeri ini adalah diterapkannya sistem politik demokrasi, sistem yang lahir dari ideologi kapitalisme.

Dalam Kapitalisme kesejahteraan hanya dapat dirasakan oleh segelintir orang berkepentingan dan para pemilik modal, rakyat biasa mengharapkan kesejahteraan di sistem ini hanyalah ilusi. Sistem ini juga memberi peluang kepada manusia untuk menetapkan sebuah hukum padahal manusia memiliki sifat lemah, terbatas, dan serba kurang. Artinya kebijakan dari hasil pikirannya pun juga banyak kekurangan.

Berbeda dengan islam yang menjadikan Allah sebagai Al-Khaliq (Maha Pencipta) dan Al-Mudabbir (Maha pengatur). Aturan diberikan adalah yang terbaik untuk hambaNya. “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf [7]: 96).

Persoalan negeri ini tidak cukup dengan perbaikan tetapi butuh perubahan yang mendasar. Bukan sekedar pergantian personal tapi harus fokus kepada perubahan sistemik. Dengan menolak penerapan demokrasi dan Kembali kepada aturan terbaik yang sudah Allah tetapkan, yaitu penerapan ideologi islam sebagai satu-satunya ideologi yang sahih. Sebagaimana yang telah Rasulullah contohkan pada perubahan kondisi jahiliyah di Makkah. Maraknya pertumpahan darah, perempuan diwariskan, pembunuhan bayi perempuan, dan perbuatan keji lainnya. Beliau mengajarkan dengan pembinaan intensif (tasqif) kepada masyarakat untuk membangun keyakinan dan standarisasi. Melakukan dakwah keseluruh penjuru sampai masyarakat sadar pentingnya penerapan sistem islam dan Allah memberikan pertolongan-Nya dengan menerapkan Islam secara kaffah di Madinah. Demikianlah yang harus kita lakukan agar memberikan perubahan ke arah yang benar dengan diterapkannya kembali islam secara kaffah. Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.