Akhirnya Presiden Bicara Soal Lockdown

Oleh: Sekar Pratiwi

 

Pada awal tahun 2021 kasus pandemi covid-19 yang ada di Indonesia sudah mencapai 110 ribu lebih kasus, beberapa negara diluar negeri pun kembali menerapkan lockdown. Tentu hal ini merupakan kondisi yang semakin memprihatinkan, melihat semakin banyak kerugian yang ditimbulkan akibat penyebaran virus yang tak kunjung menunjukkan penurunan secara signifikan.

Indonesia merupakan negara yang tidak mengambil langkah  lockdown untuk penanganan covid, sehingga tidak heran jika peningkatan kasus covid di Indonesia sulit dikendalikan.

Pemerintah awal tahun ini akhirnya berbicara mengenai lockdown setelah mengetahui lonjakan yang begitu tinggi, tetapi lockdown yang dibicarakan bukanlah upaya yang akan diambil untuk mengatasi pandemi, melainkan perintah agar jangan sampai Indonesia juga melakukan lockdown seperti negara-negara lain.

Dilansir dari CNN Indonesia (06/01/2021), Presiden Joko Widodo berbicara soal antisipasi karantina wilayah atau lockdown usai Indonesia memiliki kasus aktif virus corona (Covid-19) lebih dari 110 ribu. Jokowi mengatakan sejumlah negara telah menempuh kebijakan itu. Ia meminta para menteri untuk bekerja keras menangani pandemi agar Indonesia tak memilih jalan yang sama.

Presiden Joko Widodo akhirnya membicarakan lockdown, tetapi yang beliau bahas terkait upaya  lockdown yang dilakukan negara lain. Permintaan orang nomor satu di Indonesia kepada jajarannya ini ialah agar lebih bekerja keras untuk menangani covid sehingga tidak perlu melakukan lockdown seperti negara lain.

Dapat kita lihat bagaimana upaya teledor yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi. Awal mula pandemi masuk ke Indonesia, pemerintah tidak segera mengambil keputusan untuk menghentikan laju penyebaran bahkan pemerintah terkesan meremehkan masalah ini. Hingga kasus covid tidak dapat dikendalikan pemerintah hanya melakukan karantina wilayah saja merupakan bentuk dari keserakahan pemerintah dan ketidakpeduliannya terhadap keselamatan dan kesehatan rakyatnya.

Alasan pemerintah tidak memutuskan untuk lockdown dikarenakan khawatir ekonomi Indonesia akan anjlok, alhasil seluruh kegiatan perekonomian yang berhubungan dengan negara lain tetap berjalan dan orang-orang dari negara lain sangat mudah keluar masuk dari Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2020, Indonesia menjadi negara yang ditolak untuk masuk ke lebih dari 50 negara  di dunia akibat kasus covidnya yang meningkat begitu cepat juga angka kematian yang sangat tinggi.

Dapat kita lihat dampaknya, saat ini pemerintah kewalahan dalam mengatasi penyebaran virus. Bahkan pertumbuhan covid pun dijadikan ladang bisnis bagi pemerintah. Mulai dari masyarakat diminta untuk rapid test sebelum bepergian dengan membayar biaya yang tidak sedikit, sampai kebijakan terakhir yaitu vaksin covid yang belum jelas . Parahnya, apabila tidak melakukan vaksin, masyarakat akan dikenai denda sebesar 5 juta. Hal ini tentu mengherankan dan menimbulkan kecurigaan. Vaksinisasi yang dilakukan terkesan menjadi sebuah paksaan bagi masyarakat, padahal tidak semua terjangkit virus.

Dalam Islam penanganan yang ditempuh ketika menghadapi suatu wabah tentu dengan berikhtiar dan bertawakal pada Allah. Salah satu ikhtiar yang dilakukan dan ampuh dalam menghentikan laju penyebaran virus, dalam sebuah hadis riwayat bukhari

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar.

Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).

Dapat kita lihat betapa Islam begitu detail dan teliti dalam menangani suatu masalah yang sedang terjadi dalam kehidupan, Islam memiliki segala solusinya. Mirisnya umat Islam saat ini sedang disekulerkan dengan paham-paham asing, sistem yang digunakan negara juga menjadi faktor kemunduran berfikir masyarakat dan muslim mmenjadi jauh dari Islamnya.

Allah menciptakan manusia di muka bumi tentunya bersama dengan petunjuk, dan satu-satunya petunjuk dalam mengatasi dan menjalani kehidupan ialah Al-qur’an. Aturan dan hukum yang adil hanya datang dari sang Pencipta. Keadilan dan kesejahteraan, ketentraman hidup akan dirasakan apabila seluruh sendi kehidupan berlandas hanya pada Islam. Satu-satunya sistem yang mendukung ialah khilafah, karena hanya dengan sistem tersebutlah pemimpin yang taat dan berpedoman pada hukum Allah secara keseluruhan akan tercipta dan kehidupan umat akan menjadi berkah dengan khilafah, keberkahan pum tak hanya dapat didapatkan di dunia tetapi juga di akhirat.

Wallahua’lam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *