Akankah Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir Juni 2020 Terwujud?

Oleh: Dyka Apriliani Sopian.,S.Sos

Hasil riset dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dipublikasi Rabu (29/4). Untuk Indonesia, 99% kasus virus Corona akan berakhir Juni 2020. Namun Epidemiolog dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran (Unpad), Bony Wien Lestari menyatakan hingga saat ini angka pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus melonjak. Berkaca dari data tersebut, Bony mengaku tak berani mengatakan bahwa kondisi Indonesia mulai normal di bulan Juli. Walaupun ia mengharapkan ada penurunan kasus setelah Juni.

Hasil penelitian ini alih-alih membuat tenang warga, yang ada malah menambah problem baru yaitu peremehan terhadap wabah yang berbahaya ini. Jika masyarakat sudah menganggap remeh wabah ini, mungkinkah wabah ini segera berakhir? Semestinya pemerintah konsentrasi terhadap penanganan saat wabah, agar wabah ini segera berakhir dan bagaimana penanganan pada korban yang terjangkit. Jangan sampai adanya kebijakan kontradiktif yang kerap dilakukan pemerintah. Seperti di izinkannya 500 TKA Cina masuk ke Sulawesi Utara, Membuka kembali akses layanan seluruh moda transportasi umum dengan alasan agar roda perekonomian nasional tetap berjalan di tengah pandemik, kemudian bagi-bagi sembako yang tak memperhitungkan social distancing. Semua itu justru akan meningkatkan jumlah warga yang positif Covid-19 dan membuat wabah ini semakin lama selesainya. Inilah bukti bahwa Negara Kapitalisme gagap dalam menangani Covid-19, alih-alih menyelesaikannya dengan baik malah makin menambah parah keadaan, semua ini karena Negara ini penerapan sistem Kapitalisme-Demokrasi yang melahirkan pemimpin abai terhadap rakyat.

Islam dengan seperangkat aturannya akan memaksimalkan menghentikan wabah ini secepat mungkin. Bagaimana Rasulullah ﷺ dan Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu dalam mengurus urusan rakyatnya dengan cepat? Tidak lain karena mereka memiliki perhatian besar terhadap rakyat, khawatir jika ada hak rakyat yang lambat sampai kepada mereka akan menyebabkan mereka kesulitan, dan menyulitkan rakyat adalah dosa besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Allaahu A’lam. Karantina total yang dicontohkan Rasulullah ﷺ adalah wujud nyata cara terampuh menyelesaikan masalah ini. Adapun Islam sebagai agama paripurna telah menjelaskan bahwa nyawa seorang manusia lebih berharga dari bumi dan isinya.

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuh seorang mukmin tanpa hak.” (HR. An-Nasai 3987, At-Tirmidzi 1455, dan dishaihkan Al-Albani).

Maka dari itu, menghentikan wabah bukan semata karena berdampak pada ekonomi, namun lebih dari itu: menyangkut nyawa manusia. Artinya, kesehatan manusia yang diutamakan. Saatnya sampaikan pada umat, hanya Islam dengan sistem Khilafahnya yang akan menyelamatkan umat manusia dari segala macam marabahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *