Ada Sekularisme ada Rasisme

Oleh : Raihun Anhar

Pasti anda saat membaca judulnya bertanya apa sih sekularisme dan rasisme. Oke lah kalau begitu saya akan memberi tahu kepada anda apa itu sekularisme dan rasisme, terlebih dahulu saya akan menjelaskan apa itu sekularisme. Sekularisme menurut KBBI adalah paham atau pandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu di dasarkan pada ajaran agama. Menurut Syamsuddin Arif sekularisme adalah pemikiran, gagasan dan gagasan yang memisahkan agama dari hal-hal duniawi. Agama hanya dilihat sebagai masalah ibadah, agama tidak boleh mencampuri urusan duniawi. Mungkin itu saja definisi dari sekularisme yang bisa dijelaskan.

Rasisme berasal dari kata rasial yang berarti berdasarkan ciri-ciri fisik, ras, bangsa, suku, warna kulit, rambut dan lain-lain. Sedangkan Rasisme paham pembedaan sikap maupun perlakuan terhadap kelompok masyarakat tertentu karena perbedaan rasial. Menurut KBBI rasisme adalah suatu system kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan percapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya. Menurut Alo Liliweri rasisme adalah suatu ideology yang mendasarkan diri pada diskriminasi terhadap seseorang atau sekelompok orang karena ras bahkan ini menjadi doktrin politis.

Baru-baru ini dunia di hebohkan dengan kematian George Floyd di Amerika Serikat, Goerge di bunuh oleh seorang polisi berkulit putih, sehingga kematiannya membuat warga Amerika marah dan beraksii dengan turun kejalan untuk demonstrasi membela Floyd hingga seminggu untuk meminta keadilan dan George Floyd di anggap sebagai pahlawan oleh orang Amerika saat ini. Kematiannya di buat secara istimewah dengan berpetikan emas. Selain kasus Floyd di Indonesia pada tahun lalu juga heboh dengan kasus rasisme antara warga Papua di Surabaya. Kasus rasisme memang sering terjadi, kenapa hal ini terjadi??? Bukannya kita sebagai manusia tidak boleh saling meremehkan atau mendiskriminasi manusia yang lain karena perbedaan fisik, warna kulit, ras, agama, dan bahasa.

Kasus rasisme tidak akan pernah usai apabila manusia tidak mau menggunakan agama sebagai pandangan hidupnya. Selama kita tak pakai agama dalam kehidupan kita maka kita tidak akan pernah terlepas dari rasisme. Agama mengajarkan kita untuk saling mencintai, menghargai, tidak mendiskriminasi, serta mengajarkan untuk menjauhi segala hal yang tidak baik seperti paham rasisme ini. Rasisme sebenarnya banyak terjadi di kehidupan kita, mau tau seperti apa. Inilah contoh-contoh rasisme:

Kulit kamu kok kayak arang yah! Hati-hati guys kata-kata yang sering kita buat bercanda bisa membuat orang lain tersinggung ini juga adalah contoh rasisme. Merasa bahwa wanita cantik adalah yang berkulit putih mulus bukan yang berkulit hitam. Kata-kata yang terdapat penghinaan walaupun itu bercanda termasuk rasisme. Begitu juga paham yang mengenalisir bahwa orang kulit hitam itu kejam, jahat, bahkan jorok (ini juga rasisme loh)
Jadi ingatlah bahwa isu rasisme ini tidak akan hilang dari manusia apabila manusia menganut paham sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Amerika Negara super power adalah Negara penganut ideology sekularisme jadi wajar rasisme terjadi disana, dan hampir seluruh Negara di dunia saat ini menganut ideology sekularisme.

Menurut Syek Taqqiuddin An- Nabhani (Pendiri Hizbut Tahrir) di dunia ini hanya ada 3 ideologi yaitu Islam, sekularisme, dan sosialis komunis. Sumber ideology islam berasal dari sang pencipta manusia, alam semesta, dan kehidupan ini (Allah SWT) dan sumber ideology sekularisme dan sosialis komunis berasal dari manusia. Segala sesuatu yang berasal dari Allah sudah pasti itu baik buat manusia, namun dari manusia walaupun dianggap baik oleh satu manusia belum tentu itu baik buat manusia yang lain apalagi bagi Allah.

Sekularisme tidak akan pernah menyelesaikan masalah rasisme sampai tuntas karena mengingkari agama mengatur kehidupan ini. Sedangkan islam mampu menyelesaikan rasisme secara tuntas karena solusi yang di pakai adalah solusi dari yang menciptakan manusia dengan beragam bentuk wajah, warna kulit, suku, ras, dan agama. Dalam islam kita di minta untuk saling menghargai sesame manusia baik yang seagama maupun berbeda agama. Islam tidak pernah mendiskriminasi manusia yang berkulit hitam seperti terjadi di dunia saat ini. Siapa yang tidak kenal Bilal bin Rabbah? Pasti semua kenal dong, Beliau adalah salah seorang sahabat rasul yang di jamin masuk surga, beliau berkulit hitam namun lihatlah apakah Rasul dan sahabat rasul yang berkulit putih pernah meremehkan Bilal??? Tidak pernah terjadi dalam sejarah islam, kalau tak percaya silahkan baca sejarah malah mungkin yang terkenal adalah kisah Bilal di siksa oleh Abu Jahal seorang kafir bukan muslim lalu Bilal di tolong oleh Abu bakar yang merupakan sahabat Rasul dan kedudukan Bilal yang sebelumnya adalah budak diangkat menjadi Muadzinnya Rasul, luar biasa islam menghargai manusia, tidak membeda-bedakan manusia manusia karena sesungguhnya manusia itu semuanya sama di sisi sang pencipta yakni sebagai seorang hamba yang harus tunduk pada-Nya, yang membedakan manusia adalah iman dan taqwahnya kepada sang pencipta. Bilal di jamin masuk surga karena ketaatannya kepada Allah, beliau belum wafat pun bunyi sendalnya sudah terdengar di surge oleh Rasul.
Dalam Alquran Allah berfirman “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (TQS. Al-Hujurat [49]: 13).

Perbedaan itu bukan di jadikan sebagai permusuhan atau perpecahan, namun ingatlah perbedaan itu Allah ciptakan untuk saling mengenal. Dan sebagai manusia tidak boleh meremehkan satu sama lain karena berbeda warna kulit, ras, bangsa, dan agama. Semua perbedaan itu adalah bukti bahwa Allah Maha Besar mampu menciptakan manusia dengan segala perbedaan yang tampak. Jauhi sekularisme dan jadilah muslim sejati yang menjadikan islam bukan hanya sebatas ajaran tentang Ibadah tetapi jadikan islam juga sebagai peraturan hidup yang harus di pakai dalam berperilaku (moral). Paham sekularisme bisa menjangkiti seorang muslim maka dari itu hati-hatilah dalam hidup ini, jangan sampe kita termasuk orang yang berpaham sekularisme. Caranya bagaimana agar kita yang muslim tidak terpapar sekularisme? Caranya adalah niatkan karena Allah untuk untuk belajar mengenal islam secara menyeluruh, pahami, amalkan dengan merubah gaya hidup (life style) yang sekuler menjadi islam life style, serta konsisten (istiqomah) dan berharap surga. Wallahu alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *