Ada Pelecehan Terhadap Nabi Muhammad dalam Soal Ujian SD di Solok

Pelecehan terhada Nabi Muhammad, sosok sangat mulia lagi-lagi muncul. Muncul lagi pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Soal ujian semester I kelas IV SD mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok membuat buncah diduga memuat pelecahan.

Soal itu dianggap memberikan stigma negatif terhadap Rasulullah. Dalam soal pilihan ganda, diberikan pertanyaan tentang “sikap Nabi Muhammad yang tidak patut kita teladani”. “Ini adalah penghinaan terhadap pribadi Rasulillah Salallahu ‘alaihi wassalam sebagai Uswatun hasanah atau suri tauladan yang baik baik bagi ummatnya,” kata Romi Algifari salah seorang warga setempat.

Menurutnya soal ijian ini berupaya menampik pribadi Rasulullah sebagai Uswah dengan kalimat  “Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut di teladani”.

Menurut Romi, Allah telah melegitimasi bahwa seluruh yang ada pada Rasulullah baik lahiriyah maupun bathiniyah adalah uswah. “Pihak berwenang harus bertindak tegas menyikapi ini. Saya ingin ada sanksi hukum terhadap pelaku yang terkait soal ujian ini. Agar tidak sembarangan membuat soal, karena ini jelas merusak aqidah,” jelasnya.

Anggota DPRD Kab. Solok Nosa Eka Nanda turut menyayangkan beredarnya soal ujian yang dinilai sangat menyinggung perasaan umat Islam. Dia mengatakan, ini bukan persoalan radikal, terpancing atau tidak, namun lebih kepada masalah tauhid.

“Nabi kita manusia mulia Muhammad saw dilecehkan, yang nama beliau disebut-sebut selalu dalam berbagai banyak ibadah. Penduduk langit dan bumi bershalawat untuk beliau. Dari banyak referensi beliau mati-matian menyelamatkan kita manusia dari kesesatan,” tandasnya.

Seharusnya kata ketua DPD PKS Kab. Solok ini, Dinas pendidikan dan bidang SD selektif akan soal-soal ujian untuk  siswa. ” Ini bukti proses pengawasan dalam pembuatan soal tidak berjalan baik. Harusnya mereka selektif sebelum soal ini dicetak dan diedarkan kepada siswa,” ucapnya geram.

Merespon pelecehan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Solok Zulkisar M.Pd menegaskan akan segera meminta pihak terkait pembuatan soal ini untuk mengklarifikasi persoalan yang mengusik kenyamanan umat Islam.

“Hari ini semua yang terkait dengan pembuatan soal itu akan kami panggil ke dinas pendidikan. Mulai dari pengawas, K3S, Kepala Sekolah  yang mengirim pembuat soal tersebut, guru pembuat soal serta yang merevisi soal tersebut. Terima kasih atas kepedulian kita semua,” ujar Zulkisar melalui pesan WhatsApp. [] CP

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *