Abdul Malik Nubatonis, Muallaf Kokoh dari Tanah Cendana

Timor, Suara Inqilabi- Abdul Malik Nubatonis adalah orang yang memutuskan untuk memeluk agama Islam pada tahun 1990an. Nama Nasraninya dulu adalah Melki Nubatonis.

Ketika masuk Islam dia berhasil mengIslamkan seorang istri dan 7 orang anak. Di sela-sela waktu luangnya, kontributor Suara Inqilaby mewawancarainya.

Malik sapaan akrab beliau. Malik memilih aqidah Islam karena banyak hal.

Yang pertama adalah akidah. Menurutnya Nabi Ishak AS dan Nabi Yakub AS adalah orang Bani Israil.

Mereka dan Nabi Ismail AS adalah keturunan yang sama dengan Nabi Abraham (Islam menyebutnya Ibrahim AS).

Nabi Ibrahim AS adalah orang Palestina yang mengajarkan Tauhid. Jadi menurutnya Nabi Muhammad SAW merupakan keturunan Nabi Ibrahim AS yang bukan orang Bani Israil.

Sehingga seharusnya semua Bani Israil mau pun pengikut ajaran agama Nasrani semestinya mengimani Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman.

Tanpa memandang ego suku atau ras. Malik dulu nya adalah guru dan mengajar puluhan tahun di berbagai SMA.

Ketika memeluk Islam jabatannya sebagai guru mendapatkan banyak hambatan. Dan dia memilih untuk berhenti dan berwirausaha demi mempertahankan akidahnya.

Malik bekerja sebagai penjual air minum. Dia menimba air di mata air yang jaraknya 3 kilo dari rumahnya.

Muslim Timor ini menjual 6 jerigen air dengan harga Rp.1.000. Penghasilan sehari-hari berkisar dari Rp.15.000 hingga Rp.20.000

Tapi Beliau laksanakan dengan penuh keikhlasan. Beliau menyatakan ketika masuk Islam, Beliau merasa aman dan tentram.

Tidak merasa takut karena banyak petinggi Muslim yang melindunginya. Istrinya sudah lama wafat ketika melahirkan putri ke 7.

Walaupun hidup miskin, anak-anaknya semua mengecap pendidikan. Salahsatu putrinya mendapatkan beasiswa gratis ke Jogja. Sudah wisuda S1 di UGM dan mau melanjutkan pendidikan S2. Beliau mendoakan semoga Kaum Muslimin yang selama ini menolong Beliau dilipatgandakan pahala oleh Allah SWT sesuai janji-Nya yaitu 70 kali lipat. Semoga selalu istiqomah.[] Abu Mush’ab

Pulau Timor, NTT 15 Juni 2020

3 thoughts on “Abdul Malik Nubatonis, Muallaf Kokoh dari Tanah Cendana

  • 16 Juni 2020 pada 20:43
    Permalink

    Amin, semoga bliau Istiqomah Jadi pejuang Islam kaffah, tegakkan khilafah terapkan syariah. Itu jalan kedalaman tuk negeri ini.

    Balas
  • 16 Juni 2020 pada 20:55
    Permalink

    Ma syaAllaah. Sungguh jalan yang tepat untuk pa abdul malik. Smoga banyak orang nasrani yang masuk islam .atas kecerdasan beliau menjalani hidup nya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *