3 Tips Remaja Anti ‘mager’ di Hari Libur

Oleh : Ummu Farras (Pemerhati sosial dan Aktivis Muslimah Kota Cilegon)

Hari libur telah tiba nih gaes. Saat liburan adalah saat yang ditunggu-tunggu bagi teman-teman yang super duper sibuk di sekolah, atau di kampus. Jadi, waktu liburan, biasanya dipakai untuk ‘me time’ bareng keluarga tersayang. Jangan biarkan waktu liburan ini berakhir tanpa makna ya teman-teman. Buatlah liburan yang bermakna dan berpahala. Jadi, senangnya dapat, pahala juga dapat. Sayangnya, di moment liburan ini kadang dijadikan ajang ‘mager’ (males gerak) aja nih sama sahabat semua. Bener apa benar?

Nah, biar liburan kita produktif dan ga mager, mari simak 3 tips biar teman-teman remaja ga mager di hari libur.

Tips pertama :
Agendakan silaturahim ke kerabat dekat. Nah, di dalam Islam, silaturahim ternyata menyimpan banyak keutamaan. Allah SWT memerintahkan untuk menyambung tali silaturahim, dalam firman-Nya:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36).

Demikian juga Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk menyambung tali silaturahim, dalam sabda beliau:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليصل رحمه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam” (HR. Bukhari).

Dan diantara keutamaan menyambung silaturahim adalah diluaskan rezekinya, serta dipanjangkan umurnya. Rasulullah SAW bersabda:

من أحب أن يبسط له في رزقه، وينسأ له في أثره فليصل رحمه

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi” (HR. Bukhari – Muslim).

Dan ia juga merupakan salah satu sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Rasulullah SAW bersabda:

أيها الناس، أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلُّوا بالليل والناس نيام, تدخلوا الجنة بسلام

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim, shalatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah, At Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Tips kedua :
Mengikuti Kajian-kajian Islam. Di dalam Islam, menuntut ilmu itu sangat penting, terutama ilmu agama Islam (ilmu syar’i). Ilmu menyebabkan dimudahkannya jalan menuju surga. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya meskipun ia telah meninggal.
Disebutkan dalam hadits,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya” (HR. Muslim).

Tips ketiga :
Menulis sebagai sarana untuk berdakwah. Imam Ibnu Jauzi memberi nasehat betapa pentingnya berdakwah melalui media tulisan. Imam Ibnu Jauzi berkata: “Saya memandang bahwa manfaat menulis lebih banyak daripada manfaat mengajar, karena kalau mengajar mungkin hanya kepada beberapa orang tertentu saja, sedangkan tulisan dibaca dan diambil manfaat oleh sekian banyak orang yang tak terhitung jumlahnya, bahkan mungkin oleh mereka yang kini belum lahir ke dunia”. Maka berdakwah dengan tulisan tentu dapat kita lakukan sebagai pengisi liburan kita.

Ali bin Abi Thalib ra berkata,” Semua penulis itu akan mati. Hanya karyanya lah yang akan terus abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti”.

Nah, sahabat remaja sekalian, tinggal pilih nih mana yang akan kamu lakukan untuk mengisi liburanmu. Ingat ya, liburan jangan sekedar mager aja, tapi liburan mesti berkualitas dan berbuah pahala.

Wallahu’alam bisshowwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *