2020 Coming Soon

Oleh: Afda Wihdatul Ummah (Aktivis Muslimah dari Bogor)

Sorak gembira menyambut liburan yang telah tiba, tak bisa dipungkiri liburan ini menjadi moment yang ditunggu tunggu, dan pastinya liburan bersamaan dengan hari Natal dan tahun baru.

Mengenai hari natal dan tahun baru tak aneh lagi bagi mayoritas muslim di indonesia ini mendengarkan hari demekian bahkan mungkin dari mereka merayakan hari tersebut, dan bagi mereka yang merayakannya menganggap hal yang lumrah (biasa dilaksanakan). Jikalau kita berfikir tak mungkin bagi mereka yang merayakannya berdiam diri saja, pasti ada hal yang mereka lakukan untuk menunggu pergantian malam tahun baru tersebut betul tidak? Dilansir dari beberapa fakta di tahun sebelumnya :

1. Saat pergantian tahun banyaknya generasi remaja yang menghabiskan waktunya dengan kekasihnya bahkan mereka bisa melakukan hal yang dilarang oleh agama dengan mereka merelekan kesucian dirinya demi kekasihnya dan hanya untuk kesenangan saja (naudzubillah)

2.Saat pergantian tahun berkumpul dengan teman teman yang di dalamnya terdapat campur baur antara laki laki dan perempuan (ikhtilat) ini pun dilarang oleh Allah SWT.

3.Saat pergantian pastinya pesta kembang api yang katanya agar semakin meriah dan menghiasi langit malam yang indah itu padahal tanpa di sadari hanya menghabur -haburkan uang,ini pun tidak di sukai Allah SWT.

Dengan adanya fakta diatas bahwa sebelumnya ada hadist mengatakan bahwa:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031.

Dari hadist diatas apakah kita sebagai muslim akan di sebut sebagai kaum pengikut api (majusi) ?

Apakah kita ingin di sebut sebagai kaum lonceng (kristiani)?

Semua itu apakah kita ingin disebut kaum tersebut oleh tuhan kita (allah SWT) naudzubillah.

Lalu untuk menanggapi
bagaimana kita sebagai umat muslim menghadapi tahun baru ?
Ada banyak sekali kegiatan yang positif terutama di tahun baru ini :

1.Banyak mengevaluasi kegiatan tahun sebelumnya (muhasabah)

2.Di pertiga malam nya mereka menyambut tahun baru tetapi kita sebagai muslim bermunajat kepada sang ilahi terlebih kita bermunajat terkhususkan kepada kaum muslim disana yang merasakan penderitaan yang sangat pilu.

Akankah kita berpikir disini kita sedang porak poranda menyambut tahun baru,tetapi kaum muslim disana khususnya uyghur, apa yang terjadi ? mereka susah untuk beribadah kepada sang khalik dan ketika mereka beribadah, mereka diintimidasi yang diperlakukannya bagaikan hewan tanpa ada rasa manusiawi. Apakah kita sebagai umat muslim akan berdiam diri saja?

Inngatkita sebagai kaum muslim diibaratkan satu tubuh jikalau tubuh yang lain sakit maka akan meraskan pula tubuh yang lain, jangan terlena dengan keseneangan tahun baru, ternyata masih banyak kaum muslim disana yang meresakan penderitaan.
Mereka tak hanya perlu perhatiaan kita akan tetapi salah satu kekuatan yang paling besar, kekuatan yang bisa merubah segalanya ialah dengan kekuatan Khilafah Islamiyah.
Wallahu’ alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *