198 Tokoh Dan Aktivis Dukung Said Didu dan Faisal Basri

Jakarta-SuaraInqilabi- Terkait dengan pernyataan Muhammad Said Didu dan Faisal Basri tentang Luhut Binsar Panjaitan yang secara kasat mata sangat mengutamakan kepentingan materi, termasuk membiarkan masuknya TKA China ditengah mewabahnya virus China Covid-19 yang sangat membahayakan dan merugikan rakyat Indonesia,  ternyata (pernyataan kedua tokoh tersebut)  mendapatkan dukungan dari sekitar 198 Tokoh dan aktivis yang terdiri dari Ormas, Forum, Komunitas lintas Generasi, lintas Agama dan lintas suku.

Dikutip dari harianterbit.com (07/04/2020). Para tokoh dan aktivis tersebut menyatakan diri untuk membela M. Said Didu dan Faisal Basri. Tidak hanya itu, mereka pun juga menuntut agar Luhut Binsar Panjaitan dipecat dari jabatan Menko Marves karena keberpihakannya terhadap rakyat sama sekali tidak ada.

Mereka juga mengatakan, apabila tuntutan itu tidak dipenuhi, maka mereka akan meminta pertanggungjawaban Presiden Joko Widodo terhadap ketidakmampuan dalam menertibkan bawahannya sehingga membahayakan bagi keselamatan bangsa. Baik dalam hal penanggulangan pandemi virus Corona maupun dalam hal mengatasi krisis ekonomi, diamana ditengah-tengah terjadinya kedua masalah tersebut proyek infrastruktur dan proyek mercu suar pembangunan ibu kota baru masih tetap diteruskan.

Di antara tokoh dan aktivis membuat pernyataan tersebut adalah, Dindin Maolani, SH. (Mantan Ketua LBH Jabar), M. Rizal Fadillah, SH (Muhammadiyah Jabar), Soekardi, Drs. SH. Purn TNI Garut, Iwan Sulanjana, Mayjen TNI Purn. (FKP2B), Elyan V Hakim (A.77-78/ Presedium PRAMBOS), Ir. Syafril Sjofyan (Aktivis Pergerakan 77-78), Deddy S Budiman, Mayjen TNI Purn. (FKP2B), Sugeng Waras, Purn. TNI AD (Ketua APIB Jabar).

Kemudian, Ir. Lily Zuraida (APIB/Alumni ITB), R. Kun Priyambodo Purn. TNI (FKP2B), Ir. Indra Adil (Aktivis 77/78/alumni IPB), Yayat Sudrajat, Purn. Letjen.TNI AD (FKP2B), Radhar Tribaskoro, SE. MSi. (PRAMBOS/Aktivis Bandung), Prof. Dr. Ir. Usman Nasution (A.77/778 Medan), Drs. Hatta Taliwang (A.77-78 Jakarta), Prof. Dr. Musni Umar (A.77-78 Jakarta), Drs. Jimmy H. Siahaan (A. 77-78 Jakarta), dan tokoh lainnya.[aks/idtoday]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *