Rayakan Maulid Nabi, Masyarakat KP Barengkok Leuwiliang Bogor: Isu Radikalisme Untuk Ciptakan Saling Curiga Antar Umat Islam

Bogor– Bertempat di Masjid Nurul Falah, senin 4/11 bertepatan dengan tanggal 7 Rabi’ul Awwal 1441 H. berlangsung peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, menghadirkan penceramah Kyai Aef Saefuddin, Pimpinan Ponpes Ar-Rosada, Gunung Bunder, Kab. Bogor. Dalam kesempatan itu beliau menyampaikan bahwa Umat islam saat ini banyak, tapi sedikit yang berjuang demi Islam. Salah satu contohnya Masjid masjid banyak, tapi hanya bangunannya saja, kegiatan keislamannya tidak ada.

Apalagi dengan berita dan isu yg saat ini ramai diperbincangkan terkait isu Radikalisme, maka makin banyak kecurigaan dan kekhawatiran masjid di jadikan tempat perekrutan radikalisme, ujar beliau.

Ini semua adalah sesuatu yg tidak benar, dan cenderung mengundang permasalahan di masyarakat karena akan timbul kecurigaan kepada orang-orang yang aktif di masjid. Padahal masjid di masa Rasulullah Saw para Salafu Shalih, masjid berfungsi sebagai tempat berkumpulnya Kaum Muslim membahas persoalan umat Islam, baik dalam persoalan rumah tangga sampai bermasyarakat dan bernegara.

Saat ini kita dihadapkan pada persoalan yang paling merusak di tengah masyarakat, kecanduan kepada smartphone tidak hanya anak-anak tapi orangtua pun demikian, bahkan maksiat itu akan mudah hadir tidak jauh-jauh, keluar melainkan di dalam kehidupan sendiri, kekuarga dan di masyarakat. Maka kuncinya adalah kita semua harus kembali ke masjid, mengkaji islam, beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dalam rangka berlindung dari godaan syetan yang terkutuk.

Di bulan ini kita semua menyanjung Rasulullah Saw karena bertepatan dengan kelahiran Rasullah saw. Dalam memperingati maulid Beliau, kita harus mngingat Sejarah (Sirah) dari mulai kelahiran sampai beliau wafat. Yang pertama beliau di lahirkan pada hari senin, 12 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan tahun gajah. Rasulullah di lahirkan dalam keadaan yatim, karena Ayah beliau Abdullah bin Abdul Muthalib telah wafat, ketika Rasulullah saw masih didalam kandungan ibunda Aminah.

Rasul dalam keadaan anak-anak Nubuwwahnya telah terlihat, beliau sudah mandiri mengurus dan mengembala Domba milik para pembesar Makkah. Rasulullah di usia 12 tahun tidak pernah terlihat mengeluh, berbeda dengan kondisi remaja saat ini, yang alay bahkan lebay, ungkap beliau.

Tatkala Muhammad di usia 25 tahun, beliau menikah dengan Siti Khadijah yang berusia lebih tua 15 tahun dari beliau. Dan disaat diangkatnya Muhammad Saw sebagai nabi dan Rasul di usia 40 thn, Khadijah lah yang pertama kali mempercayai bahkan menyemangati beliau Saw.

Rasulullah mendapatkan gelar Al Amin, karena di masa muda beliau Saw pemuda yang bisa dipercaya dan jujur.

Dan ketika saat ini kita memperingati maulid Rasulullah Saw, semata-mata karena kecintaan kita kepada beliau Saw. Karena sungguh telah ada pada diri Rasulullah Saw suri tauladan yang baik bagi orang-orang, beriman dan bagi orang yang berharap rahmat dari Allah dan kedatangan di Hari Kiamat, dan banyak mengingat Allah.

Dan inti daripada Peringatan Maulid Nabi Saw ini adalah cinta kita kepada Beliau, dan mengikuti baik dalam perkataan, perasaan dan perbuatan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Dan apa saja yang dibawa oleh Rasul-Mu (Muhammad) maka ambilah, dan apa saja yang di larangnya bagimu, maka tinggalkanlah” (QS. Al Hasr: 7). []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *