100 Tahun Tanpa Khilafah

Oleh: Fathunia Asy’ari (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)

 

Negara yang dirindukan
100 tahun kami hidup tanpamu
100 tahun kami kehilanganmu
Duka dan nestapa harus kami lalui
Karena kau telah lepas dari kami

Harapan kami kau segera kembali
Wahai negara yang kami rindukan
Perjuangan kami, agar kau kembali
Wahai negara sesuai ajaran nabi
Khilafah…

Seperti sepotong puisi diatas, sudah 100 tahun umat muslim harus menelan pil pahit atas tragedi penghapusan khilafah utsmaniyah pada tanggal 28 rajab 1342 H (3 maret 1924 M) oleh mustafa kemal at.taturk. seorang dari etnis yahudi dunama yang merupakan antek inggris. Penghapusan khilafah utsmaniyah menandai dimulainya penderitaan kaum muslim di seluruh dunia hingga hari ini. Tepat satu abad atau 100 tahun.

Tanpa khilafah, banyak kerugian dan nestapa yang menimpa umat islam dan dunia secara umum diantaranya:
1. Dunia islam terpecah belah dan tertindas pasca khilafah utsmaniyah dihapuskan, umat islam hidup terpecah belah atas dasar nasionalisme di lebih dari 50 negara. Akibatnya kaum muslim menjadi lemah padahal jumlah mereka banyak lebih dari 1.5 miliar. Namun mereka menjadi santapan empuk negara-negara imperialis barat. Demikianlah yang menimpa saudara-saudara kita di palestina, khasmir, afganistan, irak, muslim rohingya, uighur dll.
2. Kekayaaan alam di negeri-negeri muslim di rampok. Negeri-negeri muslim adalah negeri yang kaya akan SDA namun sayang kekayaan alam tersebut tidak dinikmati oleh umat islam. Negara-negara kafir barat pun melalui perusahaan-perusahaannya menjarah kekayaan alam di negeri-negeri muslim atas nama investasi.
3. Muncul penguasa ruwaibidhah dan sufaha (dungu) rasulullah saw bersabda: orang bodoh yang mengurusi orang banyak (HR.al.hakim) hadist ini terkait para pemimpin ruwaibidhah. Muncul juga para pemimpin sufaha’ (bodoh/dungu) siapa mereka? Rasulullah saw bersabda: “para pempimpin sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku (Hr. Ahmad).
4. Umat islam kehilangan kewibawaan.
5. Tempat suci umat islam ternoda. Sampai hari ini al.quds telah lama ternodai oleh zionis israel. Padahal al.quds adalah kiblat pertama umat muslim. Tanpa khilafah, zionis israel terus saja menghinakan salah satu tempat suci kaum muslim ini.
6. Umat islam terasing dari islam. Bahkan memusuhi islam. Setelah kehidupan umat islam diatur dengan nilai-nilai barat sekuler umat islam semakin terasing dengan ajaran agamanya sendiri. Mereka menganggap syariah islam sudah tidak sesuai dengan kondisi dan tuntunan zaman. Mereka sampai pada tahap memusuhi ajaran agamanya sendiri. Seperti khilafah inilah akibat dari proses sekulerisasi yang telah sekian lama merasuki pikiran umat islam.
7. Alquran dan rasulullah saw dihinakan

Kita juga tidak lupa dengan penghinaan dan pelecehan yang dilakukan kafir seperti kasus majalah charlie hebdo yang berkali-kali menerbitkan karikatur nabi dengan tujuan menghina beliau. Hingga saat ini, kafir barat terus melakukan penghinaan terhadap al.quran dan rasulullah saw.

Dengan semua nestapa yang menghina umat islam dunia, kita juga merasakan kedzaliman dan penderitaan di negeri indonesia, sebut saja puluhan juta jiwa menderita kelaparan, puluhan juta jiwa diderita krisis air bersih dan mahalnya air bersih perpipaan sementara banyak daerah yang banjir dan korban yang tidak tertangani, publik dibebani mahalnya harga rumah, puluhan juta jiwa tidak layak hidup di hunian tidak layak, pelayanan kesehatan dilingkupi kriminalisasi. Publik dibebani premi BPJS kesehatan, wajib belajar 12 tahun bukan tanpa beban ekonomi bagi publik sedang hasilnya adalah insan yang jauh dari ahlak yang baik. Krisis fungsi pendidikan tinggi dan riset semakin dalam dan masih banyak lagi penderitaan yang jika disebutkan akan menjadi daftar panjang bukti kegagalan sistem selain sistem khilafah.

Semua penderitaan diatas harusnya menjadi pengingat bagi kita, umat muslim bahwa memang benar kerinduan kita akan adanya khilafah harus diakhiri dengan mewujudkannya sebagai solusi penyelesaian nestapa umat muslim seluruh dunia.

KHILAFAH NEGARA YANG DIRINDUKAN

Jika kita jujur melihat sejarah, maka akan kita dapati bahwa ada satu peradaban yang berlangsung selama 13 abad dan meliputi hampir dua per tiga dunia. Baik pada aspek pangan, air bersih, terjaganya kehormatan dan keselamatan warga khilafah seluruhnya. Umat islam menjadi umat yang terbaik, pemenuhan kebutuhan pokok, khilafah tidak hanya menyatukan umat islam dengan perasaan yang satu dan aturan yang satu tapi juga menyejahterakan secara fisik/materi. Memfasilitasi individu masyarakat pada kemuliaan dan kebahagiaan yang hakiki. Yakni ketaatan kepada syariat Allah swt. Ini berlangsung pada keseluruhan kehidupan masyarakat.
Apa kunci keberhasilan khilafah?

Apa kunci keberhasilan para khalifah tersebut? Tidak lain dan tidak bukan karena para khalifah hadir sebagai pelaksana hukum syariah, pelakasan sistem kehidupan islam yang berasal dari al.khaliq pencipta manusia dan alam semesta. Visi yang orisinil tampak dari kesungguhan penyelenggaraan pemenuhan berbagai hajat hidup publik yang konsisten dalam bingkai syariah dan prinsip shohih yang diterapkan apalagi menegakkan khilafah adalah kewajiban syariah terbesar khilafah telah menjadi ijmak ulama ahlus sunah wal jamaah khususnya empat mazhab (maliki, hanafi, syafii, hambali) syaikh abdurrahman al.jaziri (w.1360) menuturkan:
Para imam mazhab yang 4 telah bersepakat bahwa imamah (khilafah) adalah wajib (Al.jaziri al.fiqh ‘ala al.mazhahib al.baraah)

Hal senada ditegaskan oleh ibnu hajar al.asqalani “para ulama telah sepakat bahwa wajib mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu adalah berdasarkan syariah bukan berdasarkan akal (ibnj hajar fath barri, 12/205)
Karena itu kita tentu saja berharap khilafah alaa minhajin nubuwwah ini segera bisa ditegakkan kembali oleh kaum muslim.
Semoga rasa rindu ini segera berakhir.
Semoga mimpi kita segera terealisasikan.
Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *